Breaking News:

Dugaan Korupsi Retribusi Terminal Manuver Gilimanuk, Eks Kadis Kominfo Jembrana Jalani Tuntutan

Eks Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Jembrana akhirnya menjalani sidang tuntutan

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Candra
Eks Kadis Kominfo Jembrana, I Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi (bawah) serta Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk yang juga Pembantu Bendahara Penerima Dinas Perhubungan, Kominfo Jembrana, I Nengah Darna (duduk) saat menjalani sidang, beberapa waktu lalu di Pengadilan Tipikor, Denpasar. Keduanya terdakwa (berkas terpisah) kasus dugaan korupsi terkait pungutan retribusi Terminal Manuver Gilimanuk. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Eks Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Jembrana, I Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi (53) serta Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk yang juga Pembantu Bendahara Penerima Dinas Perhubungan, Kominfo Jembrana, I Nengah Darna (55) akhirnya menjalani sidang tuntutan, di Pengadilan Tipikor Denpasar, Rabu (6/6/2018).

Keduanya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa (berkas terpisah) dalam kasus dugaan korupsi terkait pungutan retribusi Terminal Manuver Gilimanuk.

Dalam perkara ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menuntut Putra Riyadi dengan pidana satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun).

Sedangkan Nengah Darna dituntut dua tahun penjara.

Terhadap tuntutan tim jaksa, terdakwa Putra Riyadi yang terlebih dahulu menjalani sidang melalui tim penasihat hukumnya, I Gusti Ngurah Muliarta dkk menyatakan, akan mengajukan pembelaan (pledoi).

Pula, penasihat hukum terdakwa Nengah Darna yakni Benny Hariyono dan I Made Dwi Dinaya menyatakan hal yang sama, menanggapi tuntutan itu.

"Setelah koordinasi dengan terdakwa (Nengah Darna), terhadap surat tuntutan jaksa yang telah dibacakan di muka sidang, kami mengajukan pembelaan," ujar I Made Dwi Dinaya kepada majelis hakim pimpinan Made Sukereni.

Sementara dalam surat tuntutan tim JPU yang dibacakan Jaksa Ketut Lili dan Ni Wayan Mearthi di muka persidangan, bahwa kedua terdakwa tidak bersalah sebagaimana dakwaan primair.

Oleh karena itu, para terdakwa dinyatakan bebas dari dakwaan primair.

Meski bebas dari dakwaan primair, kedua terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsidair.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved