WNA Cina Seperti Tak Pernah Jera Menjadikan Bali Markas Untuk Melancarkan Penipuan Online

Aris mengakui tidak semua keberadaan WNA bisa diketahui aktivitasnya, terlebih secara orang per orang.

TRIBUN-BALI.COM - KASUS tindak pidana Cyber Fraud International yang dilakukan WNA Cina, bukan kali pertama terjadi di Bali.

Dalam delapan bulan terakhir, tercatat sudah ada sekitar 300-an WN Cina yang ditangkap di delapan tempat kejadian perkara (TKP).

WNA Cina sepertinya tidak pernah jera menjadikan Bali sebagai markas untuk melancarkan aksi penipuan online guna meraup keuntungan miliran secara ilegal.

Menanggapi hal ini, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Amran Aris, mengatakan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) telah berusaha bergerak dan melakukan pengawasan di wilayah kerjanya.

Petugas mengamankan ratuasan warga negara Cina yang merupakan sindikat penipuan di perumahan Griya Mutiara, Mengwi, Badung, Selasa (1/5/2018). Selain di Mengwi, penggerebekan juga dilakukan di dua lokasi di Denpasar.
Petugas mengamankan ratuasan warga negara Cina yang merupakan sindikat penipuan di perumahan Griya Mutiara, Mengwi, Badung, Selasa (1/5/2018). Selain di Mengwi, penggerebekan juga dilakukan di dua lokasi di Denpasar. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Tetapi, Aris mengakui tidak semua keberadaan WNA bisa diketahui aktivitasnya, terlebih secara orang per orang.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Aris juga telah membentuk Satgas Imigrasi yang akan ditempatkan pada masing-masing kecamatan di wilayah kerja Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai.

“Sejak saya pindah ke sini (bertugas), akan saya optimalkan khususnya di internal Imigrasi. Dulunya selalu mengatakan SDM kita kekurangan. Sekarang, karena saya banyak SDM, saya akan berperan aktif di intern saya, selain ada Tim Pora,” imbuhnya.

Satgas ini akan mulai diaktifkan setelah Idul Fitri.

Sebanyak 55 warga Cina yang ditangkap di Bali pada 11 Januari 2018 dideportasi ke negaranya pada Jumat (2/2/2018).
Sebanyak 55 warga Cina yang ditangkap di Bali pada 11 Januari 2018 dideportasi ke negaranya pada Jumat (2/2/2018). (Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa)

Keempat Satgas yang dibentuk Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai itu nantinya ditempatkan di Kecamatan Kuta Utara, Kuta, Kuta Selatan, di konter Imigrasi yang ada di terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Masing-masing satgas terdiri dari tujuh orang dan dipipimpin oleh pejabat Imigrasi.

Ketika ditanya apakah pihaknya akan lebih memperketat pengawasan terhadap WNA Cina karena kasus serupa berulang kali terjadi di Bali, Aris mengatakan tidak ingin pilih kasih.

Semua WNA, kata dia, selama berada di wilayah kerjanya akan diawasi. (sur)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved