Cegah Radikalisme Masuk Kampus, Ini Tiga Cara Pengawasan Menristek

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir memiliki tiga cara pengawasan untuk mencegah paham radikalisme masuk kampus

Cegah Radikalisme Masuk Kampus, Ini Tiga Cara Pengawasan Menristek
KOMPAS.com

TRIBUN-BALI.COM, MADIUN - Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir memiliki tiga cara pengawasan untuk mencegah paham radikalisme masuk kampus.

Cara itu penting dilakukan agar dosen dan mahasiswa tak lagi terkontaminasi paham radikalisme.

"Masalah radikalisme di kampus perlu diawasi. Untuk pertama pengawasannya yakni pada sistem pembelajaran di kampus," kata Nasir saat berkunjung ke PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA), Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (8/6/2018).

Kedua, kata Nasir, tumbuhnya radikalisme bukan hanya karena pendidikan namun bisa terjadi karena media sosial.

"Seperti halnya yang terjadi di Bandung. Anak itu menjadi radikal bukan karena pembelajaran di kampus tetapi dia banyak belajar dari media sosial," ucap Nasir.

Untuk itu, menurut Nasir, semua mahasiswa baru harus menyampaikan nama akun media sosialnya pada saat mendaftar di perguruan tinggi.

Ketiga, Nasir menyebutkan perlu dilakukan pengawasan pada dosen.

Caranya dilakukan pendataan oleh rektor pada masing-masing perguruan tinggi.

"Untuk itu kami awasi betul para dosen. Caranya dilakukan pendataan oleh rektor," kata dia.

Saat ditanya, apakah pendataan media sosial itu melanggar hak asasi manusia, Nasir malah balik bertanya ke wartawan soal cara mengatasinya.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved