Kebutuhan Bahan Bakar Pesawat di Bandara Ngurah Rai Alami Peningkatan, Terbesar Ke-2 di Indonesia

GM Marketing Operation Region V mengatakan, ada peningkatan avtur di Bandara Ngurah Rai Bali menjelang Lebaran

Kebutuhan Bahan Bakar Pesawat di Bandara Ngurah Rai Alami Peningkatan, Terbesar Ke-2 di Indonesia
net
Bandara Ngurah Rai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam acara Pertamina Gathering dengan Media dan buka Puasa Bersama, Jumat (8/6/2018) sore kemarin, Ibnu Chouldum GM Marketing Operation Region V saat wawancara bersama media mengatakan, ada peningkatan bahan bakar pesawat atau avtur di  Bandara Ngurah Rai Bali menjelang Lebaran.

Bandara Ngurah Rai menjadi bandara dengan permintaan tertinggi ke-dua setelah Bandara Soekarno-Hatta.

"Justru kebutuhan bahan bakar di Bali yang besar itu avtur atau bahan bakar pesawat. Terjadi peningkatan 5-10 persen. Ini setelah lebaran saya dapat informasi dari petugas kami di bandara, sudah banyak pesanan carter pesawat," kata Ibnu disela-sela acara.

Kebutuhan avtur di Bandara Ngurah Rai ungkap dia, sudah mencapai yang tertinggi setelah Bandara Soekarno-Hatta (SKH).

"Normalnya itu sampai dengan bulan Mei kemarin, mencapai 2.300 kiloliter perhari, sekarang itu sudah sampai 2.400 kiloliter perhari. Nanti akan terus meningkat menjelang H-0 dan H+ kalau avtur," ungkapnya.

Meski permintaan avtur cukup tinggi, Ibnu menegaskan persediaan bahan bakar di Bandara Ngurah Rai masih dalam kondisi aman.

"Stok bahan bakar Bandara Ngurah Rai dalam kondisi aman dan tersedia, pasokan juga lancar. Ketersediaan juga dipatok sampai 7 hari sampai 10 hari. Kalau LPG juga oke, kami sudah adakan pasar murah dari tanggal 7-8 Juni, artinya kebutuhan masyarakat terpenuhi," tegasnya.

Sementara itu, untuk BBM juga belum tampak gangguan berarti.

"Ini kan hari raya-nya ragaman, mulai dari Galungan, Kuningan, hingga Idul Fitri. Kecenderungan kebutuhan BBM kan untuk yang mudik. Dan sampai saat ini tidak ada problem yang krusial. Cuma ada lonjakan permintaan saja. Tapi untuk premium, pertalite, avtur itu belum terlalu melonjak," sambungnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved