Lima Tahun Terakhir UMKM di Kota Denpasar Alami Peningkatan, Tahun 2017 Sebanyak 30.840

Sebagai pusat pergerakan sektor ekonomi di Bali, keberadaan UMKM menjadi penting dalam upaya menggerakkan roda perekonomian

Lima Tahun Terakhir UMKM di Kota Denpasar Alami Peningkatan, Tahun 2017 Sebanyak 30.840
Istimewa
Suasana monev UMKM Kota Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagai pusat pergerakan sektor ekonomi di Bali, keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi penting dalam upaya menggerakkan roda perekonomian di Kota Denpasar.

Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena menjelaskan, keberadaan UMKM menjadi elemen penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Dengan produktifnya UKM dan UMKM di suatu daerah, tentu akan berimplikasi kepada tersedianya lapangan pekerjaan baru yang mampu mengikis jumlah pengangguran.

Ia juga mengatakan, perkembangan jumlah UMKM di Kota Denpasar selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

Seperti halnya pada tahun 2013 jumlah UMKM di Kota Denpasar sebanyak 11.575 UMKM, tahun 2014 meningkat menjadi 11.877 UMKM, tahun 2015 meningkat menjadi 11.905 UMKM, dan tahun 2016 meningkat drastis menjadi 30.761 UMKM, sedangkan pada tahun 2017 lalu meningkat menjadi 30.840 UMKM.

Jumlah tersebut terdiri atas tiga klasifikasi yang terdiri dari Bidang Perdagangan, Industri Pertanian, Industri Non Pertanian, serta aneka jasa.

Untuk menunjang perkembangan UMKM ini, telah diberikan beberapa kemudahan terhadap perijinan, membantu permodalan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta melaksanakan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar, serta Dekranasda Kota Denpasar.

"Kami selalu memberikan ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk terus berkembang, sehingga mampu mendukung pergerakan roda perekonomian di Kota Denpasar," kata Erwin.

Erwin menambahkan, salah satu ruang yang penting terhadap perkembangan UMKM adalah kemudahan dalam berpromosi.

Di Kota Denpasar sendiri terdapat Rumah Belanja, Rumah Kamasan, Festival skala daerah, provinsi, nasional, dan internasional yang dapat menjadi wahana promosi UMKM di Kota Denpasar.

Seperti halnya Denpasar Festival, Sanur Festival, Inacraft, dan lain sebagainya.

"Dengan adanya dukungan ini, diharapkan kedepanya tumbuh UMKM baru dan UMKM yang sudah ada terus berkembang, yang kecil menjadi mikro, yang mikro menjadi menengah, dan yang menengah menjadi besar," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved