Dinkes Tidak Temukan Tanda-Tanda Kehamilan Pada Nenek 78 Tahun Yang Mengaku Hamil, Ini Hasil USG nya

Sang suami menjelaskan, istrinya sudah melakukan pemeriksaan ke bidan dan dukun beranak atau paraji.

Editor: Eviera Paramita Sandi

TRIBUN-BALI.COM - Pada September 2017 lalu, pasangan Ade Irawan (28) dan Manih (78) sempat membuat publik geger.

Bagaimana tidak, meski usia terpaut sangat jauh, keduanya memutuskan untuk menikah dan menjalin biduk rumah tangga bersama.

Hampir satu tahun berlalu, pasangan yang tinggal di Kampung Cipicung RT 11/ 4, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor ini, kembali mencuri perhatian.

Manih mengaku tengah berbadan dua dan usia kehamilannya menginjak tujuh bulan.

Sang suami menjelaskan, istrinya sudah melakukan pemeriksaan ke bidan dan dukun beranak atau paraji.

Kondisi perut Manih pun terlihat membesar bak seorang wanita yang sedang hamil.

Kendati demikian, pengakuan tersebut berbanding terbalik dengan hasil Ultrasonography (USG) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor, Dede Agung menjelaskan, pihaknya telah melakukan USG terhadap Manis pada Selasa (12/6/2018) kemarin.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehamilan pada wanita berusia 78 itu.

"Tadi di USG sama spesialis kandungan, hasilnya secara reproduksi tidak ada tanda kehamilan, fisiknya masih dalam batas normal untuk ukuran rahim seorang ibu dengan umurnya," ujar Ade, melansir dari Tribun Bogor.

Terkait perut Manih yang membesar, fakta baru pun terkuak. Agung mengatakan bahwa kondisi yang dialami wanita yang sudah dua kali menikah itu berkaitan dengan faktor usia.

"Posisi perut sudah tidak persis pada posisinya seperti yang masih muda, kelenturannya, tapi bisa juga karena faktor lain seperti sistem saluran pencernaanya," kata Agung.

Untuk memperoleh hasil yang lebih jelas, kini pihak Dinkes akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Manih.

"Yang pasti kita masih melakukan pemantauan dan mengikuti perkembangan, akan terus dievaluasi," ujarnya.

Perjalanan Cinta Ade dan Manih

Mungkin sebagian orang merasa heran mengapa seorang pemuda 28 tahun bisa kepincut dengan nenek 78 tahun.

Kisah keduanya bermula saat Ade mengantarkan Manih pulang dari sebuah toko kelontong.

Dari sana, hubungan keduanya makin akrab. Ade mulai sering menyambangi kediaman Manih yang masih satu kampung.

Warga pun menaruh curiga terhadap Ade.

Akhirnya setelah berselang beberapa waktu, ketua RW menanyakan mengenai hubungan asmara dan keseriusan Ade.

"Tidak pacaran tapi saya main ke rumahnya hampir setiap hari, kemudian di hari ke empat didatangi RW, saya ditanya serius atau cuma main-main, saya jawab serius," kata Ade.

Tidak sampai satu bulan, Ade akhirnya memutuskan untuk mempersunting Manih.

Kendati banyak omongan negatif dari warga sekitar, Ade tetap yakin untuk menikahi wanita yang usianya sudah kepala tujuh itu.

"Saya tidak mendengarkan apa kata orang, saya niat beribadah, saya jalani dengan sepenuh hati," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved