Fahri Hamzah Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Untuk Kunjungan Ke Israel

Fahri juga menyebut bahwa di dunia sudah banyak ulama yg membuat fatwa mengharamkan

Fahri Hamzah Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Untuk Kunjungan Ke Israel
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat menghadiri World Parliamentary Forum on Sustainable Development, di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali, Rabu (6/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polemik kedatangan Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Gus Yahya ke Israel, membuat Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuat fatwa haram berkunjung ke Israel.

Pernyataannya tersebut terlontar ketika menghadiri acara open house yang diselenggarakan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Jumat (15/6/2018)

"Bikin pernyataan supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi, sebaiknya MUI membuat fatwa tentang kunjungan ke Israel itu dinyatakan haram saja supaya tidak ada lagi orang ke sana," katanya kepada awak media.

Lanjutnya, dia mengatakan, "Mustahil kita mengakui negara zionis dan jangan lupa Bung Karno sampai bikin GBK (Gelora Bung Karno) demi untuk memprotes dan menandingi olimpiade karena mempesertakan Israel dalam olahraga."

"Jadi kalo dari sisi negara sudah keras dari sisi agama juga harus keras, saya minta difatwakan haram saja agar tak ada orang ke sana bahkan pergi ke Masjidil Aqsa saja itu sudah diolah oleh Israel, seolah-olah aman padahal itu setiap hari ada penjajahan dan penindasan," ia menjelaskan.

Kemudian Fahri juga menyebut bahwa di dunia sudah banyak ulama yg membuat fatwa mengharamkan, seperti Ketua Persatuan Ulama Internasioanl, Syekh Yusuf Qardhawi itu sudah mengaharamkan kunjungan ke negara zionis.

"Jadi MUI tinggal melanjutkan fatwa dari ulama internasional supaya ini tidak berulang karena zionis ini nyopet tokoh, seolah olah ini negara bagus padahal dia menjajah, dia menindas. Untuk terakhir kalinya ini difatwakan saja," pungkasnya. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved