Penjor Raksasa Hiasi Jalan WR Supratmatan Kesiman

Setiap banjar adat di wajibkan menghaturkan penjor yang di pasang di halaman depan pura Pengerebongan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sudah menjadi tradisi, dalam upacara Odalan di pura Pengerebongan seluruh banjar di desa Kesiman menghaturkan penjor, sebagai ucapan puji syukur ke hadapan tuhan yang maha esa, (Ida Shang Hyang Widi Wasa)

Setiap banjar adat di wajibkan menghaturkan penjor yang di pasang di halaman depan pura Pengerebongan, setiap enam bulan sekali, yang jatuh seminggu setelah hari raya Kuningan.

Sebanyak 33 banjar adat yang menghaturkan penjor berukuran raksasa, dengan tinggi mencapai 20 meter lebih, di tepi utara jalan Wr Supratman, Kesiman, Denpasar, sabtu, 16/17/2018.

Jelas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar maupun dari luar desa Kesiman.

Tak hanya sebagi wujut syukur masyarakat, penjor tersebut akan dinilai menjadi 10 penjor terbaik yang akan mendapatkan hadiah dari desa Kesiman.

Ada yang menarik perhatian para pecinta penjor, yang hadir di sana, terlihat penjor dengan keseluruhan ornamen berwarna hitam.

Selain memiliki keistimewaan sendiri, dengan warna hitamnya, penjor tersebut memiliki tinggi sekitar 20 meter lebih, dengan lebar sekitar dua meter lebih.

Setelah Tribun Bali telusuri ternyata penjor tersebut dimiliki oleh banjar Biaung, Kesiman.

Menurut Wayan Bagia Artha pembina pemuda Banjar Biaung mengatakan, "pejor ini kami bertemakan, Bias Selem, yang berati Biaung Penepi Siring Kesiman."

Penjor tersebut di kerjakan selama dua minggu dengan berbagi proses, salah satunya perebusan daun Pohon ental (Enau) dengan pewarna hitam.

Penjor ini menghabiskan biaya sekitar Rp 4,5 juta lebih, untuk pembelian bambu, daun ental, padi, dan yang lainya. "Walau pun menghabiskan biaya yang cukup besar, tidak menjadi masah, yang penting keratifitas dan kebersamaan para pemuda banjar Biaung yang terpenting," ujarnya.

Menurut Wayan Nuada selaku pecalang desa Kesiman mengatakan, upacar odalan akan di laksanakan besok dari pagi hari, hingga malam hari, jadi jalan akan di alihkan sementara."(*)

Penulis: I Kadek Supriadi
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved