Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan Dilindungi Undang-undang Agar Tak Diklaim Negara Lain

Ritus yang didalamnya juga termasuk upacara keagamaan. Adat istiadat yang telah diwarisi turun temurun dari generasi ke generasi

Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan Dilindungi Undang-undang Agar Tak Diklaim Negara Lain
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Mataram, ada 10 objek pemajuan kebudayaan yang dilindungi undang-undang, yang disampaikan dalam pembukaan lomba Gender Wayang di Banjar Kayumas Kaja, Denpasar, Minggu (17/6/2018).

Kesepuluh objek tersebut yaitu tradisi lisan termasuk pantun, dan dongeng.

Manuskrip seperti lontar termasuk juga hikayat.

Ritus yang didalamnya juga termasuk upacara keagamaan.

Adat istiadat yang telah diwarisi turun temurun dari generasi ke generasi.

Pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni termasuk kerawitan legong hingga seni lukis, bahasa daerah, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

"Ini sudah ada undang-undangnya. Tinggal nanti kita di Denpasar akan menyusun Perda. Karena akan cepatnya diminta akan ada penetapan strategi kebudayaan oleh pak presiden November di Jakarta, maka 20 Juli harus sudah selesai. Di denpasar sedang disusun oleh tim ahli," kata Mataram.

Sehingga dengan demikian apa yang dimiliki dan diwarisi di Denpasar dan di Bali pada umumnya bisa dilindungi undang-undang agar tidak diklaim negara lain sebagai produk negera tersebut. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved