Tak Terpengaruh Kontestasi Politik, Ratusan Massa Tancapkan Bendera di Perairan Teluk Benoa

Aksi pengibaran bendera dan panji-panji perlawanan di perairan Teluk Benoa pernah dilakukan pada tanggal yang sama dua tahun lalu.

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gerakan ForBali yang dinaungi oleh Pasubayan Desa Adat menyatakan tak terpengaruh oleh konstelasi politik menjelang Pemilihan Gubernur Bali 2018.

Demikian pula pada suara-suara yang sering dialamatkan pada gerakan yang sudah dibangun sejak lima tahun silam ini.

Sebagai bentuk konsistensi perjuangan, ratusan massa ForBali kembali melakukan aksi pengibaran bendera terkait sikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa di wilayah perairan Teluk Benoa, Badung, Senin (18/6/2018).

Koordinator ForBali, Wayan Gendo Suardana mengungkapkan aksi bulan Juni ini juga sekaligus ingin membuktikan bahwa gerakan ForBali tidak terpengaruh oleh kontestasi politik. 

"Kita tancapkan bendera, panji-panji perlawanan, dan kita sampaikan kepada dunia bahwa rakyatlah yang berhak atas Teluk Benoa. Bukan untuk investor-investor rakus yang hendak mereklamasi Teluk Benoa," kata Gendo.

Ia mengungkapkan, aksi pengibaran bendera dan panji-panji perlawanan di perairan Teluk Benoa pernah dilakukan pada tanggal yang sama dua tahun lalu.

"Ketika menjejakkan kapal-kapal kita, tubuh-tubuh kita di perairan ini (Teluk Benoa), maka kita juga mengatakan kepada para penguasa bahwa rakyat tidak akan gentar dan terus melakukan perlawanan," imbuh Gendo.

Untuk diketahui, 25 Agustus 2018 merupakan hari berakhirnya Izin Lokasi yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kepada PT TWBI sebagai pemrakarsa reklamasi Teluk Benoa.

Berdasarkan aturan, Izin Lokasi yang dikeluarkan pada tahun 2014 itu tidak bisa diperpanjang lagi.

Izin Lokasi diberikan dalam jangka waktu dua tahun dan hanya dapat diperpanjang sekali.

Dan, tahun ini Izin Lokasi itu berakhir sehingga nafsu untuk mereklamasi Teluk Benoa seharusnya diurungkan.

"Kita akan terus bergerak, terus melawan, untuk Teluk Benoa," imbuh Gendo. (*)

Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved