20 Kantong Tulang Bayi Ditemukan di Belakang Rumah Dukun Pijat, Dari Usia 3 Hingga 9 Bulan

Adapun tarif yang dibebankan kepada pasien rata-rata sebesar Rp 2 juta setiap tindakan aborsi.

20 Kantong Tulang Bayi Ditemukan di Belakang Rumah Dukun Pijat, Dari Usia 3 Hingga 9 Bulan
Kompas.com
Ilustrasi(Shutterstock) 

TRIBUN-BALI.COM, MAGELANG  - Polisi menemukan sekitar 20 kantong plastik berisi tulang belulang yang dikubur di belakang rumah Mbah Yamini (70) di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jateng.

Tulang-tulang itu diduga merupakan tulang bayi hasil aborsi yang dilakukan oleh Yamini selama ini.

Modusnya mengaku berprofesi sebagai dukun pijat bayi tradisional.

Wanita lanjut usia tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka praktik aborsi ilegal oleh Polres Magelang.

"Dari hasil penggalian kuburan yang dilakukan di halaman belakang rumah tersangka, didapatkan sekitar 20 kantong berisi tulang belulang diduga tulang bayi," kata Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, di sela pembongkaran, Selasa (19/6/2018).

Hari mengungkapkan, pelaku mengaku hanya melakukan delapan kali aborsi sejak 25 tahun silam.

Namun, pengakuan itu berbeda dari hasil pemeriksaan kantong-kantong tersebut.

"Yang jelas, diduga jumlah bayi yang diaborsi lebih dari delapan karena setiap satu kantong ada yang berisi lebih dari dua bayi, " ujar Hari, dilansir TribunSolo.com dari Kompas.com.

Para pasien yang memanfaatkan jasanya diduga datang dari berbagai daerah di Magelang dan sekitarnya.

"Teknik yang dilakukan pijat tradisional secara berkala waktunya," kata Hari.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved