Breaking News:

Pilkada Bali

Debat Terakhir Pilkada Bali Harus Greget, Pengamat Politik Undiknas Beberkan Alasannya

Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Nyoman Subanda, menyatakan debat sangat berpengaruh

Tribun Bali/Rizal Fanany
Dua pasangan calon dalam Pilgub Bali berpose bersama usai debat kedua Pilgub Bali 2018 yang diadakan di Grand Inna Bali Beach Hotel, Denpasar, Sabtu (26/5). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali sesi pamungkas atau yang ketiga digelar hari ini, Jumat (22/6) malam, di Trans Resort Bali, Kerobokan, Badung.

Penampilan pasangan calon (paslon) pada debat dengan tema "Menyerasikan Pembangunan Daerah Dalam Bingkai NKRI" ini diharapkan lebih greget agar bisa meyakinkan suara calon pemilih pada hari pencoblosan yang tinggal lima hari lagi, 27 Juni 2018.

Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Nyoman Subanda, menyatakan debat sangat berpengaruh terhadap preferensi pemilih dalam menentukan pilihannya saat pencoblosan.

Apalagi ini merupakan debat terakhir alias pamungkas.

Debat III yang akan disiarkan stasiun TVRI mulai pukul 19.00 Wita ini seyogyanya dimaksimalkan oleh paslon nomor urut satu, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) dan paslon nomor urut dua, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) untuk adu kualitas dan program.

"Selama ini debat sangat berpengaruh terhadap persepsi masyarakat dalam memilih, tidak hanya di Bali tapi juga di seluruh Indonesia. Baik di ajang Pilkada maupun Pilpres," kata Subanda kepada Tribun Bali, Kamis (23/6) malam.

Ia melanjutkan bahwa masyarakat menentukan pilihannya dari kualitas jawaban, argumentasi, dan tawaran program-program yang realistis dari paslon.

"Mereka melihat dari kualitas jawaban, program yang kira-kira lebih realistis, kemudian argumentasi yang lebih rasional," paparnya.

Selain itu, masyarakat juga menilai dari konsistensi paslon dalam memberikan jawaban dan argumentasinya. Walau debat juga menurutnya bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi dalam pilihan politik masyarakat.

"Maka dari sekian debat orang juga melihat konsistensi si paslon, wawasan, kapabilitas, dan sikap ketenangan dan kedewasaan, itu juga yang biasa dibahas orang. Itu berpengaruh walaupun bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Ragil Armando
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved