Breaking News:

Punya Ciri Khas Berbeda, Gaya Lukis Batuan Diajukan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Gaya lukis Batuan yang merupakan salah satu seni lukis asli Bali ini berbeda dengan lukisan lain

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Gaya lukis Batuan yang dipamerkan di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 2018, bertempat di Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Bali, Minggu (24/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gaya lukis Batuan yang merupakan salah satu seni lukis asli Bali ini berbeda dengan lukisan lain.

Pada umumnya lukisan hanya mengambil satu objek saja seperti manusia, hewan, dan pemandangan.

Namun berbeda dengan gaya lukis Batuan, yang memilih objek lebih banyak di dalamnya.

Seni lukis gaya Batuan mempunyai ciri khas yang padat, tidak ada perspektif di dalam lukisannya, tema bisa lebih dari satu.

Ketut Sadia, Ketua Perkumpulan Baturulangun, Desa Batuan, mengatakan, gaya lukis Batuan ini intinya padat.

"Intinya itu padat semua, hampir tidak menyisakan ruang kosong. Tidak ada perspektif, kalau foto dari atas sama semua. Dari yang di atas sama yang di bawah sama semua," ujarnya.

Selain itu, ada perbedaan teknik menggambar dari lukisan lain seperti sketsa, nyawi (drawing) untuk mempertajam garis dari pensilnya, nguntur untuk membedakan jarak jauh dan dekat suatu objek.

Ada juga sigar untuk membelah garis lukisan, kemudian ada motif (batik, batu bata, pura yang ada ukirannya) dan mewarnai.

Proses pengerjaan lukisan Batuan ini bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan, mulai dari 1- 2 bulanan.

Dalam pertunjukkannya di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 2018 kali ini, kelompok seniman Baturulangun, Desa Batuan, Gianyar, Bali, ingin memperkenalkan lukisan Batuan lebih dalam lagi kepada masyarakat.

Ini terbukti dengan menunjukkan 56 karya seni lukis Batuan dengan ukuran 50x70cm, yang dipamerkan di Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center.

Ketut Sadia menambahkan, gaya seni lukis Batuan nantinya akan menjadi warisan Budaya Indonesia.

"Berkaitan dengan gaya lukis Batuan ini ke pusat, dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang sudah beberapa bulan mengadakan riset dan sudah dikukuhkan, mau diajukan ke pusat sebagai warisan Budaya Tak Benda," tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved