Breaking News:

Dapat Bantuan KUR, Pengusaha Kos-kosan di Sesetan Ikut Dimonitoring Tim

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan apakah penyaluran KUR di Kota Denpasar sudah tepat sasaran

Penulis: Putu Supartika | Editor: Rizki Laelani
istimewa
Pelaksanaan Monev KUR UMKM Kota Denpasar di Kawasan Desa Sesetan Denpasar Selatan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua UMKM Kota Denpasar dimonitoring Tim Monitoring dan Evaluasi yang terdiri dari Perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BPD Bali selaku penyalur KUR, Diskop UKM Kota Denpasar dan Bagian Ekonomi Sumber Daya Alam Setda Kota Denpasar.

Monev tersebut dilakukan, Selasa (26/6/2018) yang juga dihadiri Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena.

Menurut Kadiskop dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, monev ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali untuk memastikan bahwa penyaluran KUR di Kota Denpasar sudah tepat sasaran.

Baca: Latihan Perdana Pemain Bali United U-19 Langsung Timbang Badan, Ini Komentar Wayan Arsana

Baca: Usai Tes Urine, Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tabanan Diberi Materi Kebangsaan

Baca: Lagi Penasaran All New Datsun Go dan Go+ Panca, Ini Kelebihannya Kata Dicky Fambrian

UMKM yang dimonitoring, di antaranya Pengusaha Janur di kawasan Jalan Wibisana Banjar Tulangampiang, Denpasar Utara dan Pengusaha kos-kosan di kawasan Desa Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan apakah penyaluran KUR di Kota Denpasar sudah tepat sasaran," kata Erwin.

Hal ini sekaligus bertujuan untuk melakukan pemantauan terhadap produktifitas UMKM di Kota Denpasar, utamanya terkait pengembalian KUR agar tetap lancar.

"Selain memastikan KUR tepat sasaran, monev juga bertujuan untuk memastikan produktifitas UMKM sehingga pengembalian kredit dapat berjalan dengan maksimal," imbuhnya.

Baca: 850 Karya Tulis Terkumpul, Ini Dua Benang Merah yang Disimpulkan Para Kurator

Total KUR yang disalurkan 10 Bank kepada UMKM di Kota Denpasar sebanyak Rp 923 milyar dengan NLP. 0,72 persen dengan total nasabah mencapai 37.817 nasabah.

Erwin juga menyambut baik adanya penurunan Pajak Penghasilan (PPh) bagi UMKM di Indonesia yang mulanya 1 persen kini menjadi 0,5 persen.

"Dengan penurunan PPh ini diharapkan mampu merangsang pertumbuhan UMKM di Kota Denpasar," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved