Pilgub Bali 2018

494 Surat Suara Nganggur, Mekanisme TPS Keliling Tak Maksimal, Kenapa?

eberadaan TPS Keliling dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Bali periode 2018-2022 ini menjadi angin segar bagi sejumlah warga.

494 Surat Suara Nganggur, Mekanisme TPS Keliling Tak Maksimal, Kenapa?
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang pasien didampingi tim KPU dan Panwaslu menggunakan hak pilih dalam pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Rabu (28/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keberadaan TPS Keliling dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Bali periode 2018-2022 ini menjadi angin segar bagi sejumlah warga.

Khususnya buat para pasien rumah sakit, keluarga pasien, rumah tahanan dan juga tenaga-tenaga kerja yang bergerak dalam bidang hospitality utamanya rumah sakit.

Namun saat pelayanan tersebut dilaksanakan di lapangan, hasilnya jauh dari target semula yang dibayangkan.

Diketahui, surat suara yang disediakan dari sisa TPS terdekat dengan rumah sakit masih banyak yang nganggur alias tidak tercoblos.

Dari data yang dihimpun oleh tim Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, dari total 679 pemilih melalui TPS keliling di seluruh fasilitas kesehatan dan rumah tahanan di Denpasar, tim TPS Keliling hanya bisa mengakses sebanyak 185 pemilih saja.

Sementara, dari total 43 pemilih di RSUP Sanglah, hanya bisa menjangkau 11 pasien pemilih saja.

Alhasil dari data tersebut, sebanyak 494 pemilih gagal menyalurkan suaranya dalam ajang Pilgub 2018 ini.

Arsa mengungkapkan, hal ini dikarenakan kondisi pasien saat itu tidak memungkinkan untuk memberikan hak pilihnya.

"Dalam prosesnya tadi, kita tidak bisa menggenapkan jumlah surat suara sesuai perencanaan.

Bahwasanya kondisi kesehatan sejumlah pasien pemilih sedang tidak kondusif. Ada juga yang sudah pulang.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved