Pilgub Bali 2018

494 Surat Suara Nganggur, Mekanisme TPS Keliling Tak Maksimal, Kenapa?

eberadaan TPS Keliling dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Bali periode 2018-2022 ini menjadi angin segar bagi sejumlah warga.

494 Surat Suara Nganggur, Mekanisme TPS Keliling Tak Maksimal, Kenapa?
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang pasien didampingi tim KPU dan Panwaslu menggunakan hak pilih dalam pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Rabu (28/6/2018). 

Sementara, untuk tenaga medis tidak ada yang membawa formulir A5," paparnya.

Saat itu juga tampak sejumlah tenaga medis RSUP Sanglah yang bekerja hari itu berencana ikut mencoblos melalui fasilitas TPS keliling.

Namun ternyata, mereka hanya memiliki formulir C6.

Sedangkan, tim TPS Keliling hanya melayani pemilih yang sudah memiliki formulir A5 alias formulir pindah tempat memilih.

Alhasil, sejumlah tenaga medis ini tak bisa menggunakan hak pilihnya.

"Iya, saya piket pagi dan gak sempet ngurus formulir A5 di kampung. Saya juga baru tahu kalau ternyata, TPS keliling harus pakai formulir itu," ungkapnya sembari melanjutkan kerjanya.

Ditanya soal itu, Arsa mengakui bahwa dalam upaya pelayanan TPS Keliling ini dirasa masih belum maksimal.

Menurutnya, dengan mekanisme pengalokasian sisa surat suara yang tersisa dari TPS terdekat tidak bisa maksimal karena memang suratnya terbatas.

Selain itu, waktu petugas untuk berkeliling dari kamar ke kamar juga perlu waktu lama.

"Ya, kita usulkan nantinya ada TPS khusus tersendiri untuk RS Sanglah. Belum lagi tenaga dan waktu pelayanan TPS keliling sangat menguras waktu dan tenaga. Mengingat rumah sakit memiliki area luas, pemilih yang banyak dan juga kondisi sakit yang tak bisa diprediksi," jelasnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved