Pilgub Bali 2018

Meski Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Puluhan Pasien RSUP Sanglah Tetap Ikut Nyoblos

Meski dalam keadaan sakit dan terbaring lemah, masyarakat yang menjalani rawat inap di rumah sakit tetap memberikan suaranya

Penulis: eurazmy | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang Pasien didampingi tim KPU dan Panwaslu menggunakan hak pilih dalam pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 di RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu (28/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Eurazmy

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski dalam keadaan sakit dan terbaring lemah, masyarakat yang menjalani rawat inap di rumah sakit tetap memberikan suaranya pada Pemilihan Gubernur ( Pilgub) Provinsi Bali hari ini, Rabu (27/6/2018).

Pantauan Tribun Bali di RSUP Sanglah, sebanyak 43 pasien rawat inap di RSUP Sanglah mendapatkan pelayanan Tempat Pemungutan Suara ( TPS) keliling dari Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Provinsi Bali.

Dalam upaya jemput bola ini melibatkan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari TPS 11 Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), KPU Kota Denpasar, dan pengamanan dari satpam RSUP Sanglah.

Dengan membawa logistik pemungutan suara, belasan tim KPPS berkeliling menghampiri satu-persatu pasien, yang terdaftar sebagai pemilih tetap di ruang rawat inapnya masing-masing.

Sebagian pasien melakukan pencoblosan sesuai kemampuannya.

Ada yang sambil duduk, ada pula yang mencoblos dalam keadaan terbaring.

Dalam keadaan seperti itu, tentu usaha mereka dalam menggunakan hak pilihnya mengandung harapan besar terhadap keberlangsungan Bali beberapa tahun mendatang.

"Ya bagaimanapun, siapapun yang menang, harus ada perubahan pasti kedepannya, khususnya kepada masyarakat," ungkap Gede Wawan Setiawan (43) yang dirawat sejak sepekan kemarin karena penyakit liver yang dideritanya.

Harapan serupa juga muncul dari Putu Agus Wirawan (45) yang dirawat sejak dua pekan terakhir akibat menderita stroke.

Dalam keadaannya yang terbaring lemah, ia tetap mengusahakan jari-jarinya untuk mencoblos salah satu paslon pilihannya.

Dengan didampingi ayahnya, Made Bara Atmaja (71), Agus pun akhirnya bisa mencoblos dan satu surat suara untuk Bali tersalurkan.

Dikatakan Atmaja, keputusannya untuk tetap menggunakan hak pilih anaknya dalam keadaan sakit itu demi harapan Bali bisa lebih baik lagi.

Utamanya dalam hal pemerataan kesejahteraan ekonomi masyarakat Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved