Gunung Agung Terkini

Dari Satelit Teramati Hotspot yang Mengindikasikan Adanya Lava Panas di Permukaan Kawah

Jika aktivitas hembusan ini terus berlangsung tanpa mengalami perubahan laju, maka kemungkinan yang terjadi adalah pengisian lava baru

Dari Satelit Teramati Hotspot yang Mengindikasikan Adanya Lava Panas di Permukaan Kawah
Istimewa
Gunung Agung terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, Kamis (28/7/2018). 

TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA - Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menyatakan, dari satelit teramati Hotspot yang mengindikasikan adanya lava panas di permukaan kawah.

Lava ini dapat berupa lava lama yang dipanaskan ataupun lava baru yang dikeluarkan dari erupsi tadi malam.

"Kesimpulannya fenomena yang terjadi saat ini kemungkinan berupa aliran fluida ke permukaan berdasarkan pengamatan visual dimana kolom asap relatif berwarna putih dan ketinggian relatif konstan."

"Aliran fluida bisa berupa gas maupun aliran lava baru ke permukaan. Frekuensi dominan tremor belum berubah (konstan di sekitar 4.7 Hz) mengindikasikan laju aliran fluida ke permukaan relatif konstan. Jika frekuensi dominan tremor mengalami perubahan (misal jika menurun) maka kemungkinan bisa mengindikasikan terjadinya penyumbatan dan erupsi eksplosif bisa terjadi," tambah Syahbana.

Baca: Syahbana: Hingga Saat Ini Inflasi Belum Teramati Mengalami Penurunan

Baca: Begini Analisis PVMBG Terkait Adanya Embusan Gunung Agung yang Terjadi Terus Menerus

Jika aktivitas hembusan ini terus berlangsung tanpa mengalami perubahan laju, maka kemungkinan yang terjadi adalah pengisian lava baru ke permukaan dan/atau emisi gas magmatik, hal ini baru dapat dikonfirmasi nanti dengan melihat citra satelit thermal.

Kondisi saat ini citra satelit termal terbaru belum dapat diakses. PVMBG terus memonitor aktivitas Gunung Agung untuk mengevaluasi potensi bahayanya antar waktu.

Baca: Tahanan KPK Unggul Sementara di Pilkada Tulungagung, Ini Tanggapan Saut Situmorang

Jika terjadi perubahan signifikan maka status dan/atau rekomendasi aktivitas Gunung Agung akan dievaluasi kembali.

Syahbana menyampaikan, saat ini status Gunung Agung masih Level III (Siaga) dimana masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, yaitu untuk tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak dan untuk menyiapkan masker pelindung untuk mengindari potensi ancaman bahaya abu vulkanik.

PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Agung telah dan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mitigasi bencana Gunungapi Agung seperti Pemda/BPBD, LSM Pasebaya, dll. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved