Pilgub Bali 2018

Gaya dan Tingkah Calon Bupati Klungkung, Mulai dari Jalan Bermeter-meter Sampai Ngaku Belum Sarapan

"Hari ini puncak serangkaian Pilkada Klungkung dan Pilgub Bali. Saya ucapkan terima kasih, masyarakat sudah bisa menggunakan hak pilih dengan baik,"

Gaya dan Tingkah Calon Bupati Klungkung, Mulai dari Jalan Bermeter-meter Sampai Ngaku Belum Sarapan
net
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Cabup Klungkung, Tjok Bagus Oka mencoblos di TPS IV Banjar Bucu, Semarapura, Rabu (27/6/2018).

Ia tiba pukul 10.34 Wita, bersama istri beserta kerabatnya. Saking antusiasnya, mantan dosen MIPA Unud tersebut mengaku belum sempat sarapan dan langsung nyoblos ke TPS.

"Saya belum sarapan, langsung sembahyang dan ke TPS," ujar Tjok Bagus Oka saat ditemui di TPS-nya.

Ia tiba dengan pakian adat putih, sementara istri dan putrinya menggenakan kebaya merah. Mereka berjalan kaki sejauh 200 meter, dari Puri Saren Kaja Klungkung menuju TPS tempatnya memilih.

Seusai nyoblos, Tjok Bagus mengaku akan langsung sarapan. Lalu bersantai menunggu hasil Pilkada Klungkung 2018.

"Sampai rumah, nanti langsung makan dulu. Semoga rangkaian Pilkada ini berjalan dengan lancar," ungkap Tjok Bagus Oka.

Setelah penghitungan suara sekitar pukul 13.00 Wita, perolehan Tjok Bagus Oka kalah di TPS tempatnya memilih. Dari total DPT, 424 orang di TPS Banjar Bucu, Paket BAGIA (Tjok Bagus Oka dan I Ketut Mandia) yang diusung PDIP tersebut memperoleh 148 suara.

Jumlah ini kalah dengan paket SUWASTA (I Nyoman Suwirta dan Made Kasta) yang memperoleh 190 suara. Suara tidak sah sebanyak 5 lembar.

"Komitmen kami tetap, siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik buat Klungkung. Bagaimana pun tensi saat masa kampanye beberaapa hari lalu, mari kita kembali pada jari diri kita sebagai warga Bali yanh menjunjung perdamaian dan menyamabraya," ungkap Tjok Bagus Oka.

Sementara lawannya, calon petahana I Nyoman Suwirta melakukan pemungutan suara menuju lokasinya memilih di TPS VI Banjar Siku, Desa Kamasan, Rabu (27/6/2018).

Ia tiba sekitar pukul 09.15 Wita, bersama istrinya, Ni Nengah Rayu Astini dan putrinya sulungnya, Ni Putu Maetri Megantari

Suwirta mengenakan pakaian adat lengkap berwarna putih. Pada udengnya, tetap menunjukan motif poleng, yang selama ini sudah menjadi ciri khas Paket SUWASTA (Suwirta-Kasta).

Baca: Tim Paslon AMAN Mengaku Menang 65 Persen di Gianyar, Suasana Markas Kedua Cabup Kontras

Baca: Nyoman Subanda Sudah Prediksi Hasil untuk Koster-Ace, Ini Penjelasannya

Ia berjalan kaki, sekitar 200 meter menuju TPS VI Banjar Siku, Desa Kamasan untuk menyoblos.

"Hari ini puncak serangkaian Pilkada Klungkung dan Pilgub Bali. Saya ucapkan terima kasih, masyarakat sudah bisa menggunakan hak pilih dengan baik," ujar Nyoman Suwirta.

Tiba di TPS, Suwirta langsung menyerahkan formulir C6 ke petugas KPPS dan menentukan pilihannya di bilik suara. Suwirta bersama istri dan anaknya memilih bersamaan di tiga bilik yang berbeda.

"Mari kita tunggu sampai proses penghitungan selesai. Kondusifitas mari kita jaga sama-sama. Apapun hasilnya, mari kita terima dengan ikhlas," jelas Suwirta.

Ia pun tidak muluk-muluk untuk memnentukan target. Dirinya hanya berharap menang dan proses Pilkada dapat berjalan lancar tanpa intimidasi dan seharusnya menyama braya tetap dikedepankan.

"Seusai nyoblos ini, saya lebih milih bersantai di rumah dulu. Walau sekarang posisi saya sebagai Bupati aktif, tapi dalam kondisi seperti ini, sebaiknya saya bersantai dulu dan posisikan diri sebagai calon bupati," ungkap Suwirta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved