Juli hingga September Ini Denpasar Lakukan Vaksinasi Rabies di Empat Kecamatan

Mulai bulan Juli hingga September 2018 ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar bekerjasama dengan Yayasan BAWA akan melaksanakan vaksinasi rabies

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi di Kota Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mulai bulan Juli hingga September 2018 ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar bekerjasama dengan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Association) akan melaksanakan vaksinasi rabies di empat kecamatan yang ada di Kota Denpasar.

Wilayah yang disasar yaitu, Denpasar Selatan sejumlah 10 desa, dan 106 dusun, Denpasar Barat sejumlah 11 desa dan 121 dusun, Denpasar Utara terdiri dari 11 desa dan 107 dusun, dan Denpasar Timur sejumlah 11 desa dan 99 dusun.

Desa yang dalam waktu dekat disasar adalah Desa Pemogan pada tanggal 2 Juli 2018 di Dusun Panti Gede, dilanjutkan pada tanggal 3 Juli di Dusun Jaba Jati, tanggal 4 Juli di Dusun Gunung, dan seterusnya hingga September 2018 nanti.

Vaksinasi ini bertujuan untuk mengendalikan populasi hewan liar terutama anjing dan kucing, serta dalam upaya menekan penularan penyakit rabies di Kota Denpasar.

Selain vaksinasi juga dilakukan sterilisasi dan kontrol populasi di seluruh kecamatan Kota Denpasar dengan metode jemput bola gratis.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambawa Putra mengatakan, kegiatan ini adalah program yang dilakukan secara rutin.

Bahkan saat ini rutin dilakukan dengan sistem jemput bola, di wilayah Kota Denpasar.

“Term ke-II ini menyasar dari lingkungan terkecil, jadi terjadwal dari bulan Juli hingga September nanti,’’ ungkapnya.

Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian tetap mengupayakan vaksinasi melibatkan tim internal.

Langkah ini dilakukan untuk upaya mengcover secara keseluruhan, terkait dengan angka Hewan Penyebar Rasbies ( HPR) di Bali yang mencapai 85.000 di Tahun 2017.

Meski kasus rabies di Kota Denpasar 0 persen, namun upaya pencegahan selalu dilakukan.

“Karena itulah di Denpasar kami cegah dulu sebelum kasusnya terjadi,’’ tambahnya.

Di samping itu, program ini juga telah disosialisasikan dengan membentuk vaksinatur (donatur vaksin) dan melatih para Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan beberapa aparat desa yang sudah dilatih menjadi vaksinatur.

Hal tersebut sangatlah memudahkan tim untuk bersinergi dengan masyarakat dalam mencegah kasus rabies.

Sementara itu, Program Manajer BAWA, Gusti Ngurah Bagus mengatakan, pihaknya ikut membatu melakukan vaksinasi serta sterilisasi karena panggilan hati untuk dapat membantu masyarakat, khususnya yang memiliki hewan peliharaan agar terhindar dari virus rabies. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved