Pilgub Bali 2018

Mantra-Kerta Kalah di Pecatu, Ini Kata Sudikerta

Sudikerta mengaku salut terhadap warga lanjut usia yang bersemangat datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.

Mantra-Kerta Kalah di Pecatu, Ini Kata Sudikerta
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Calon Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta bersama istri, usai melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 9 Banjar Dinas Buana Sari, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Rabu (27/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - Pasangan Mantra-Kerta harus rela kalah di TPS 9 Banjar Buana Sari, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali yang menjadi tempat I Ketut Sudikerta memilih.

Sudikerta beralasan kekalahannya di kandang karena kawasan Pecatu merupakan basis PDIP.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, pasangan Mantra-Kerta hanya mampu merebut 243 dari total 572 pemilih di TPS Sudikerta.

Pasangan ini ketinggalan 18 suara dari pasangan Koster-Ace yang meraih 261 suara.

Adapun suara tidak sah di TPS 9 Banjar Dinas Buana Sari, Desa Pecatu yaitu sebanyak 6 suara; dan yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 62 suara.

Sudikerta datang ke TPS bersama istri sekitar pukul 09.48 Wita.

Ia menyapa dan menyalami warga yang berada di TPS sebelum menuju bilik suara.

Sudikerta mengaku salut terhadap warga lanjut usia yang bersemangat datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.

Berbeda dengan kondisi ayahnya yang hanya tergolek lemah di rumah karena faktor usia.

Terlihat di depan TPS, Ketut Sudikerta memberi tumpangan kepada wanita lanjut usia untuk mengantarkan pulang Rabu (27/6/2018)
Terlihat di depan TPS, Ketut Sudikerta memberi tumpangan kepada wanita lanjut usia untuk mengantarkan pulang Rabu (27/6/2018) (Tribun Bali / Rino Gale)

Selain itu, kata dia, anaknya pun tidak bisa datang ke TPS lantaran kuliah di luar Bali.

Halaman
1234
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved