Piala Dunia 2018

Sepak Bola yang Membahagiakan dan Bisa Memberi Dampak Positif bagi Indonesia

Tuan rumah Piala Dunia 2022 dan 2026 telah terpilih. Oleh karena itu, peluang terdekat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah pada 2030.

Editor: Rizki Laelani
Tribunnews/Deodatus Pradipto
Dua suporter cantik mengabadikan momen di Rusia 

Achsanul kagum terhadap bagaimana para pendukung bisa menerima kekalahan tim kesayangannya. Hal seperti ini yang harus dipelajari masyarakat Indonesia, terutama para pendukung di tanah air.

Meski Achsanul melihat sikap para pendukung di Indonesia mengarah ke positif, dia menekankan pentingnya kompetisi domestik yang baik.

"Kalau kompetisi kita itu bagus, berjalan baik, dan dikelola secara baik, suporter juga senang. Mengajarkan mereka untuk menikmati kekalahan. Tidak perlu sedih dalam menghadapi kekalahan. Kita harus belajar dari kekalahan untuk menyiapkan strategi meraih kemenangan berikutnya," kata Achsanul.

Menang Dua Kali
Achsanul juga memberikan acungan jempol kepada Rusia selaku negara penyelenggara Piala Dunia 2018.

Di mata Achsanul, euforia Rusia dalam menyambut Piala Dunia terasa sungguh luar biasa. Euforia ini yang dia rasakan sejak mendarat di Moskow.

"Hampir semua yang datang ke sini datang mengenakan jersey tim nasional masing‑masing. Semua menunjukkan identitas mereka. Ini satu hal yang bagus bagi Rusia sendiri," kata Achsanul.

Menurut mantan bendahara PSSI di era kepemimpinan Nurdin Halid itu, Rusia menang dua kali jika dilihat dari cara mereka menyelenggarakan Piala Dunia 2018. Rusia sukses sebagai penyelenggara dan tim nasional mereka juga tampil impresif.

"Kesuksesan mereka sebagai penyelenggara tentunya mendatangkan devisa untuk Rusia. Hampir semua suvenir dirancang berbau Indonesia. Ini yang harus kita tiru. Sepak bola itu bukan sekadar olahraga, tapi juga politik, ekonomi, dan budaya," ujar Achsanul.

Indonesia pernah terlibat dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022. Pengajuan diri Indonesia kemudian ditolak oleh FIFA pada Februari 2010 karena PSSI tidak memasukkan surat jaminan pemerintah Indonesia untuk mendukung pencalonan.

Achsanul menuturkan kekalahan Indonesia dari Qatar kala itu. Indonesia sebenarnya siap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 karena memiliki stadion yang cukup. Nilai kurang Indonesia saat itu adalah tidak memiliki transportasi massal ke dan dari stadion.

"Sebenarnya dari kondisi infratruktur kita tahun ini yang mulai bagus, rasanya kalau Qatar betul‑betul mundur, mestinya kita siap," ujar Achsanul.

Untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, Indonesia membutuhkan minimal delapan stadion. Saat ini Indonesia telah memiliki lima stadion yang layak seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Kalimantan Timur, dan Palembang.

Achsanul optimistis Indonesia bisa menuntaskan tiga stadion lainnya dalam dua tahun ke depan.

"Terlepas dari itu, Indonesia pernah memiliki keinginan karena satu‑satunya cara kita tampil di Piala Dunia adalah menjadi tuan rumah. Kalau ikut babak penyisihan rasanya berat," kata Achsanul.

Baca: Keterangan dr Dudut Soal Temuan Jenazah Bayi di Tukad Badung, Sangat Miris

Baca: Babak 16 Besar, Prakiraan Starter dan Statistik Prancis kontra Argentina

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved