Gunung Agung Terkini

Bagaimana Gelaran IMF dan Kondisi Gunung Agung Saat ini? Syahbana: Kita yang Ikuti Ritme Gunung

usat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak bisa memprediksi sampai kapan Gunung Agung akan bergejolak.

Bagaimana Gelaran IMF dan Kondisi Gunung Agung Saat ini? Syahbana: Kita yang Ikuti Ritme Gunung
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Gunung Agung, Selasa (3/7/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kurang dari empat bulan acara pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 akan digelar pada 12-14 Oktober 2018.

Bahkan pada 8 Oktober 2018, konferensi-konferensi pembuka sudah mulai digelar. Namun kondisi terkini di Bali tengah menghadapi situasi erupsi Gunung Agung masih tinggi hingga Selasa (3/7/2018).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak bisa memprediksi sampai kapan Gunung Agung akan bergejolak.

Padahal, pada Oktober ini Bali menjadi tuan rumah International Monetary Fun (IMF)-World Bank Annual Meeting yang akan dihadiri para konglomerat dunia.

Lalu apakah Gunung Agung aman untuk pelaksanaan IMF Word Bank 2018?

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana tidak berani berkomentar banyak soal ini.

Sebab, menurutnyaGgunung Api tidak bisa diprediksi dalam jangka waktu yang panjang.

Baca: Ini Penjelasan PVMBG Soal Persamaan dan Perbedaan Erupsi Gunung Agung November 2017 dan 2 Juli 2018

Baca: Ini Hasil Analisis PVMBG Kenapa Status Gunung Agung Masih di Level III, Warga Tetap Diminta Waspada

“Wah, belum tahu, kan masih lama. Nanti nanya pas sudah meeting IMF-nya saja. Karena Gunung Agung itu kita mengikuti dia. Kita mengikuti ritmenya dia. Bukan dia yang kita tentukan ritmenya. Gununglah yang menentukan ritme kita,” jelas pria asal Aceh tersebut.

Informasi yang dihimpun, Ketua Satuan Tugas Persiapan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 Peter Jacobs menjelaskan, acara pertemuan tahunan ini akan dilaksanakan di Bali Indonesia international Conference.

Untuk memudahkan para peserta, kamar-kamar di Hotel Nusa Dua Beach dan Westin akan dipakai.

Sebanyak 3 ribu hingga 4 ribu kamar, menurut Peter sudah di-booking untuk memudahkan para peserta resmi.

Kemudian dari sisi keamanan, pihak panitia sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait.

Konteksi keamanan di sini, menurut Peter meliputi rencana kontigensi dan evakuasi dalam mengantisipasi segala kemungkinan. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved