Ganti Manajemen, Hardys Terapkan Konsep yang Berbeda

Sejak Hardys memutuskan untuk menghentikan operasional, bisnis ritel di Bali ini mencatatkan kinerja yang tidak memuaskan

Ganti Manajemen, Hardys Terapkan Konsep yang Berbeda
Tribun Bali/Karsiani Putri
Press conference 'Hardys Bangkit' yang bertempat di Hardys Mall Gatsu, Denpasar, Bali, Kamis (5/7/2018). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Sejak Hardys memutuskan untuk menghentikan operasional, bisnis ritel di Bali ini mencatatkan kinerja yang tidak memuaskan.

Kini dengan dibukanya kembali Hardys oleh manajemen baru, berbeda pula konsep yang digunakan.

Pemegang saham, Putu Suadnyana menjelaskan, kebangkitan Hardys adalah murni kemitraan dengan UKM, dan untuk sekarang sudah ada 100 UKM yang mendukung penjualan di seluruh outlet Hardys yang sudah dibuka.

Sebelumnya, Hardys menggunakan konsep beli lalu putus, tetapi untuk sekarang menerapakn konsep mengajak penjual untuk bermitra.

"Mereka berjualan di outlet kami, lalu nanti  kami berikan edukasi terkait penjualan serta ilmu ritel, dan kami yang melakukan manajemen. Nanti bagi hasil kemitraan dengan cara sewa tempat," ujar Suadnyana.

Tambahnya, outlet Hardys yang dibuka sudah sebanyak lima outlet dan dalam minggu ini akan dibuka dua lagi, tepatnya pada Kamis (6/7/2018) di Hardys Mall Gatsu, Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar, Bali, dan pada Sabtu (8/7/2018) di Hardys Panjer, Denpasar, Bali. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved