Gubernur Bali Hadiri Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Ini Pesan Ida Pedanda

Perwujudan sradha dan bhakti kita tidak hanya diwujudkan dengan menyembah dan melakukan persembahyangan.

Gubernur Bali Hadiri Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Ini Pesan Ida Pedanda
Istimewa
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri upacara Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, LUMAJANG - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri upacara Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/7/2018).

Dalam wawancaranya dengan awak media seusai melaksanakan persembahyangan, Gubernur Pastika mengatakan, Bhakti Penganyar di Pura Mandara Semeru Agung disamping merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebagai rangkaian dari piodalan, kegiatan ini sangat penting sebagai penyegaran rohani, khususnya pada OPD di Lingkungan Pemprov Bali dan masyarakat pada umumnya.

Dengan demikian diharapkan akan tercipta suatu keseimbangan dalam menjalankan pemerintahan, baik secara materiil/sekala dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, juga sekaligus sebagai pemahaman spiritual yang sangat penting.

Sehingga dapat memberikan motivasi serta tuntunan pada kita semua untuk selalu berada di jalan dharma dalam menjalankan swadharma kita melayani masyarakat.

"Dengan demikian pemerintahan akan dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan kita semua," imbuhnya.

Pada bagian lain, Pastika yang didampingi Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali juga menyampaikan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya pada masyarakat sekitar Pura Mandara Giri atas toleransi serta kerjasamanya dalam pelaksanaan upacara keagamaan ini.

Pastika mengatakan, hal ini merupakan suatu bukti adanya toleransi dan ke depannya akan semakin memperkuat semangat kebersamaan sebagai negara Pancasila.

Sementara itu, Ida Pedanda Gede Made Kekeran dalam dharma wacananya mengingatkan kita semua untuk terus meningkatkan sradha dan Bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Perwujudan sradha dan bhakti kita tidak hanya diwujudkan dengan menyembah dan melakukan persembahyangan untuk mendekatkan diri dengan beliau, namun melakukan pekerjaan dan swadharma kita dengan sebaik-baiknya merupakan wujud Bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

"Kita berbakti kepada Tuhan tidak hanya dengan datang dan mencakupkan tangan, menolong sesama, juga merupakan wujud bhakti kita kepada beliau," imbuhnya.

Ida Pedanda juga mengingatkan kita semua untuk selalu berucap syukur atas segala limpahan dan kesehatan yang telah diberikan kepada kita.

Jika nantinya kita mengalami berbagai kesulitan maupun kesusahan, sesungguhnya itu merupakan suatu pelajaran dan Tuhan sedang menguji kesabaran kita.

"Mari kita mulat sarira, instrospeksi ke dalam, kurangi menyalahkan orang lain dan jangan mengeluh. Apapun yang kita kerjakan merupakan wujud Bhakti kita kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa," tuturnya.

Upacara bhakti pengayar itu dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Kekeran dan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama serta dharma tula.

Sebelum melaksanakan Bhakti Penganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Gubernur beserta rombongan juga berkesempatan menghaturkan sembah Bhakti di Pura Blambangan. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved