Nasib Pengungsi Gunung Agung Yang Hanya Dapat Makan Sebungkus Untuk Sehari

Wanita dua anak ini mengaku hanya dapat nasi bungkus sekali dalam sehari, yakni pada siang hari.

Nasib Pengungsi Gunung Agung Yang Hanya Dapat Makan Sebungkus Untuk Sehari
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Gunung Agung kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 2.500 meter di atas puncak, Rabu (4/7/2018) pukul 12.20 Wita. Tampak visual Gunung Agung saat erupsi dari Besakih, Rendang, Karangasem. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Masih ada pengungsi erupsi Gunung Agung di Karangasem yang membiayai sendiri kebutuhan makan dan minumnya, kendati sudah berada di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah. 

Ni Ketut Buktisari (32), pengungsi asal Kesimpar, Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, mengungkapkan belum mendapat bantuan logistik dari pemerintah sejak mengungsi bersama keluarganya pada 1 Juli lalu.

Wanita dua anak ini mengaku hanya dapat nasi bungkus sekali dalam sehari, yakni pada siang hari.

Untuk makan-minum pagi dan malam hari, Buktisari terpaksa beli nasi di warung dengan duitnya sendiri.

"Masih mandiri. Belum ada bantuan logistik dari pemerintah daerah. Pengungsi cuma dapat nasi bungkus sekali, sekitar pukul 13.00 Wita. Untuk makan pagi dan malam beli sendiri," ucap Buktisari saat ditemui Tribun Bali di tempat pengungsian di Kantor UPTD Pertanian Rendang, Desa/Kecamatan Rendang, Rabu (4/7/2018), sekitar pukul 12.00 Wita.

Buktisari mengatakan, ia mengungsi ke Kantor UPTD Pertanian bersama 8 orang anggota keluarganya.

Mereka terdiri dari 2 orang anak, suami, serta 4 kerabat Buktisari.

Untuk mengatasi kebutuhan logistik sekeluarga seperti makan dan minum, Buktisari mengeluarkan uang sekitar Rp 100 ribu setiap hari.

Pengungsi Gunung Agung di UPT Pertanian Rendang, Rabu (4/7/2018)
Pengungsi Gunung Agung di UPT Pertanian Rendang, Rabu (4/7/2018) (Tribun Bali/Saiful Rohim)

"Jumlah keluarga saya 8 orang yang mengungsi. Setiap hari saya belikan nasi bungkus seharga Rp 5 ribu per bungkus. Untuk 8 orang berarti keluar duit Rp 40 ribu sekali makan. Karena beli nasi untuk pagi dan malam, ya keluar Rp 80 ribu. Belum lagi beli minum dan lain-lain untuk anak-anak,” Buktisari menambahkan.

Sempat terlintas keinginan Buktisari untuk memasak agar lebih hemat.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved