Cerita Kapolsek Bangil Yang Tak Menduga Dikejar Dan Dilempar Tas Isi Bom

Iskhak mengaku dirinya adalah salah satu personel kepolisian yang menjadi target ledakan bom yang dibawa AB.

Bahkan, dirinya tak berpikir lagi bagaimana bila bom yang dibawa dan dilempar AB itu meledak lalu mengenainya.

"Yang punya nyawa itu Allah SWT, bukan saya yang punya nyawa," tandasnya.

Saat posisinya masih dikejar AB, Iskhak menyempatkan untuk menghubungi Kapolres Pasuruan Kabupaten, AKBP Raydian Kapolres Pasuruan.

Lalu, Iskhak mengatakan Raydian membimbingnya.

Raydian terus memberikan panduan agar Iskhak tetap menghindar dari kejaran AB.

"Warga sempat menghalau, ada yang menembak pakai senapan angin," kata Iskhak sembari menunjuk TKP.

Lalu, Iskhak menutup keterangannya dengan mengungkapkan saat tas ransel yang dikenakan Abdullah meledak dan teroris itu kembali ke rumah untuk mengambil sesuatu.

"Pertama kali saya langsung hubungi Kapolres, tak lama setelah ranselnya (pelaku) meledak, dia mengambil ransel lagi, diambil dari rumahnya, lalu kabur bawa sepeda motor," tutupnya. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved