Breaking News:

Usai Drama Penalti Kroasia Vs Inggris, Tradisi Final Piala Dunia Bernuansa Inter Milan Berlanjut

Keberhasilan Kroasia menembus final Piala Dunia 2018 melanggengkan tradisi pemain-pemain Inter Milan

HERKA YANIS PANGARIBOWO/TABLOID BOLA
Ekspresi para pendukung Kroasia di Luzhniki Stadium setelah timnya mampu mengalahkan Inggris dan melenggang ke final Piala Dunia 2018, Kamis (12/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM- Keberhasilan Kroasia menembus final Piala Dunia 2018 melanggengkan tradisi pemain-pemain Inter Milan di laga puncak turnamen tersebut.

Langkah timnas Kroasia menapaki final Piala Dunia 2018 terbilang berat.

Setelah melalui dua partai dengan adu penalti di perdelapan dan perempat final, Kroasia lagi-lagi tertatih saat menghadapi Inggris di semifinal.

Kroasia tertinggal lebih dulu melalui eksekusi tendangan bebas Kieran Trippier pada menit ke-5.

Tim beralias Vatreni itu baru bisa membalas melalui sontekan Ivan Perisic pada menit ke-58 dan membalikkan keadaan lewat gol Mario Mandzukic pada menit ke-109.

Kelolosan Kroasia sekaligus mempertahankan tradisi pemain Inter Milan di partai final Piala Dunia sejak 1982.

Di edisi kali ini, tercatat ada dua pemain Kroasia yang bermain di Nerazzurri yakni Ivan Perisic dan Marcelo Brozovic.

Dari keempat semifinalis Piala Dunia edisi kali ini, hanya Kroasia yang memiliki pemain dari Inter Milan.

Pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, dua pemain Inter yang membela timnas Italia, Giuseppe Bergomi dan Gabriele Oriali, keluar sebagai juara.

Timnas Italia menumbangkan Jerman Barat di partai final dengan skor 3-1.

Empat tahun berselang, Karl-Heinz Rummenigge, menjadi wakil Inter Milan di final Piala Dunia.

Rummenigge mencetak satu gol di partai puncak melawan Argentina meski akhirnya kalah 2-3.

Pada 1990, Inter menyumbang tiga pemain ke final Piala Dunia antara Jerman Barat dan Argentina.

Kali ini, Jerman Barat bisa balas dendam lewat satu gol yang dibuat pemain Inter Milan, Andreas Brehme.

Selain Brehme, Tim Panser kala itu juga diperkuat dua pemain Inter Milan yakni Juergen Klinsmann dan Lothar Matthaeus.

Di Amerika pada Piala Dunia 1994, Nicola Berti menjadi satu-satunya pemain Inter di partai final antara Italia dan Brasil.

Italia pun harus mengakui keunggulan Brasil melalui drama adu penalti.

Pada gelaran selanjutnya, Inter menyumbang dua pemain yang tampil untuk dua tim finalis Piala Dunia 1998, Prancis dan Brasil.

Youri Djorkaeff dari Prancis sukses menghempaskan Ronaldo dari Brasil dengan skor 3-0.

Ronaldo kembali tampil di final Piala Dunia 2002 antara Brasil dan Jerman.

Pemain berjulukan O'Fenomeno itu bahkan mencetak dua gol dan menjadi top scorer turnamen tersebut.

Ketika timnas Italia menjadi juara pada 2006, Marco Materazzi dan Fabio Grosso adalah pemain Inter Milan.

Mantan gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, juga pernah merasakan tampil di final Piala Dunia.

Pada edisi 2010, Sneijder dan timnas Belanda kalah 0-1 dari Spanyol lewat gol Andres Iniesta.

Sementara pada final Piala Dunia terbaru atau 2014, Rodrigo Palacio tampil sebagai pemain pengganti untuk Argentina kala melawan Jerman di final.

Akan tetapi, Tim Tango gagal menjadi juara karena Mario Goetze mencetak gol kemenangan bagi Jerman pada menit ke-113.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Ivan Perisic Cetak Gol, Tradisi Final Piala Dunia Bernuansa Inter Milan Berlanjut, http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/07/12/ivan-perisic-cetak-gol-tradisi-final-piala-dunia-bernuansa-inter-milan-berlanjut?page=all.

Editor: Halmien

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved