Kata-Kata Menohok Ibu Tien Saat Soeharto Nyaris Berhenti Jadi Tentara Karena Serangan Fitnah

Kebijakan akhirnya keluar dalam bentuk PP Nomor 10 tahun 1983 yang secara tegas melarang PNS berpoligami

Kata-Kata Menohok Ibu Tien Saat Soeharto Nyaris Berhenti Jadi Tentara Karena Serangan Fitnah
Bombastic.com
Konde Ibu Tien Soeharto. 

Soeharto sendiri menegaskan jika ia adalah seorang pria yang setia.

"Hanya ada satu Nyonya Soeharto dan tidak ada lagi yang lainnya.

Jika ada, akan timbul pemberontakan yang terbuka di dalam rumah tangga Soeharto", katanya dengan tegas.

Selain itu, kehadiran Ibu Tien juga sangat menentukan dalam beberapa keputusan penting yang diambil Soeharto saat itu.

Salah satunya adalah ketika Soeharto memutuskan untuk terus menjadi tentara setelah ia terserang fitnah di tahun 1950-an.

Ketika Soeharto nyaris berhenti dan memilih menjadi petani atau sopir taksi, Ibu Tien memberikan saran yang cukup menohok untuk diri Soeharto.

"Saya dulu diambil istri oleh seorang prajurit dan bukan oleh sopir taksi.

Seorang prajurit harus dapat mengatasi setiap persoalan dengan kepala dingin walaupun hatinya panas", kata Ibu Tien.

Semasa menemani Presiden Soeharto memimpin Indonesia, Ibu Tien dikenal sebagai pribadi yang menyukai ketertiban dan kerapihan.

Termasuk urusan rambut.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved