Breaking News:

Sebar Personel Bersenjata Lengkap di Titik Rawan di Kuta, Begini Perintah Wakapolresta Denpasar

Maraknya kejahatan jalanan akhir-akhir ini membuat polisi membuat Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD)

Penulis: Busrah Ardans | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Wakapolresta Denpasar, AKBP Nyoman Artana menunjukkan tersangka Aldo dan barang bukti hasil perampokan, saat jumpa pers di Mapolresta Denpasar, Senin (28/5). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maraknya kejahatan jalanan akhir-akhir ini membuat polisi membuat Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) yang dilangsungkan sejak 6 Juli lalu sampai 20 Oktober 2018 mendatang.

Jumat, (13/7/2018) siang tadi setelah sepakan melakukan operasi tersebut Kepolisian Resor Kota Denpasar merilis 33 Pelaku kejahatan yang telah diamankan.

Melalui Wakapolresta Denpasar AKBP Wayan Artana mengatakan, pihaknya melakukan pencegahan kejahatan jalanan dengan mengerahkan petugas ke jalan-jalan yang ramai, seperti Legian, Kuta.

"Karena kejadian-kejadian banyak terjadi di wilayah Kuta dan sekitarnya maka upaya yang kita lakukan ialah dengan patroli, ditingkatkan dari pihak Sabhara, di daerah rawan termasuk pusat keramaian juga penjagaan," jelas dia.

Ditambahkan, pihaknya juga melakukan penjagaan di tempat hiburan malam. Pun pula mendata kelompok mana saja yang melakukan aksinya di daerah tersebut.

"Jadi sepanjang tempat hiburan malam itu dilakukan penjagaan. Di sepanjang jalan legian, petugas berseragam dan bersenjata. Selain itu, ada kegiatan penyelidikan terhadap kelompok-kelompok yang diduga melakukan aksinya di daerah tersebut," tambah dia.

Ia menjelaskan kalau operasi yang dilakukan ini berawal dari kejahatan yang terjadi di Jakarta sebelumnya terhadap orang-orang penting.

"Awalnya operasi ini dilakukan, karena adanya kejahatan di Jakarta sana terhadap orang-orang penting. Sehingga di daerah kita, walaupun bukan orang penting tetapi di sini adalah pusat wisata. Maka dari itu pimpinan membuat kebijakan melaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan," jelasnya.

Sebelumnya, ia menyebutkan kalau pelaku yang berhasil diamankan selama sepekan ini berjumlah 33 orang.

"Pelaku sejumlah 33 orang yang terdiri dari 7 kasus narkoba, pencurian dengan kekerasan (curas) 3 kasus, pencurian dengan pemberatan (Curat) ada 5, pencurian biasa ada 4 dan curanmor ada 1," sebut Artana.

Dikatakannya kasus yang menonjol dan dominan ialah kasus penjambretan dan copet. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved