14 Pembuang Limbah dan Sampah Jalani Sidang Tipiring di Kantor Camat Denpasar Selatan

Dilaksanakan sidang Yustitia Kebersihan di Kota Denpasar di Kantor Camat Denpasar Selatan

14 Pembuang Limbah dan Sampah Jalani Sidang Tipiring di Kantor Camat Denpasar Selatan
Tribun Bali/Putu Supartika
Sidang Yustitia Kebersihan di Kota Denpasar, Senin (16/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin (16/7/2018), bertempat di Kantor Camat Denpasar Selatan dilaksanakan sidang Yustitia Kebersihan di Kota Denpasar.

Sidang ini diikuti oleh 14 pelanggar pembuang limbah dan sampah di Kota Denpasar yang seharusnya diikuti oleh 17 orang, namun tiga orang tidak hadir.

Menurut Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Indi Kosala Dewi, 17 pelanggar tersebut terdiri atas pelanggar pemotongan ayam 2 orang, pengusaha tahu 9 orang, laundry 2 orang, bongkahan bangunan 2 orang, dan pembuangan sampah 2 orang.

"Para pelanggar ini melanggar Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum yang bisa dikenai denda minimal 500 ribu dan maksimal 50 juta," kata Kosala Dewi.

Sidang ini dipimpin Hakim IA Nyoman Adnya Dewi SH, MH didampingi Panitera Evie Librata Sinta S.Si, SH, menjatuhkan denda kepada pelanggar mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta.

Denda yang paling besar dijatuhkan pada limbah pemotongan ayam dan limbah laundry sebanyak Rp 2 juta, limbah tahu tempe dan sablon sebanyak Rp 1.5 juta.

"Jika setelah dilakukan tipiring ini masih membandel, maka sanksinya akan diperberat. Mungkin kalau sebelumnya 1.5 juta, dan jika melanggar lagi bisa naik menjadi 5 juta, atau kita bisa stop lewat Satpol PP karena sudah melanggar perda," imbuh Kosala. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved