Liputan Khusus

Sampah Plastik Bom Waktu Pariwisata Bali, 12 Juta Pcs Plastik dari Ritel dan Toko Modern

Persoalan sampah plastik sudah menjadi hal yang tak asing lagi dan sering menjadi pembahasan bagi pemerintah dan masyarakat Bali.

Sampah Plastik Bom Waktu Pariwisata Bali, 12 Juta Pcs Plastik dari Ritel dan Toko Modern
Tribun Bali/Hisyam Mudin
(Ilustrasi) pantai Kedongan tampak dibanjiri sampah plastik, pada Minggu (24/12/2017) lalu. 

Apabila situasi ini dibiarkan, maka pariwisata Bali bakal terancam. Sebab, di Nusa Penida misalnya, sebagian besar turis asing ke sana untuk menikmati wisata snorkeling dengan keindahan dasar lautnya.

“Artinya kalau kita bicara Bali, sebagai daerah tujuan pariwisata internasional, kalau kita tidak bersikap dari sekarang maka Bali sebenarnya sudah merintis untuk menutup Bali sebagai daerah tujuan wisata di masa yang akan datang. Ini ancaman besar. Karena kalau rusak, ya sudah tidak ada yang bagus lagi di Bali,” kata Hendrawan.

Asal Datangnya Sampah

Dosen FKP Universitas Udayana bersama mahasiswanya saat ini mulai melakukan penelitian untuk megungkap masalah sampah kiriman di beberapa pantai di Bali.

"Sampah yang ada di Sanur, Kuta, dan Kedonganan itu datangnya dari mana, karena ini sampah kiriman, ini harus ditanyakan kepada orang yang mengerti arus laut. Ada seorang peneliti dari fakultas kelautan dan perikanan yang sedang meneliti tentang titik-titik untuk mengetahui sampah kiriman itu datangnya dari mana," jelas Dwi, yang juga mantan wartawan Tribun Bali.

Hal itu penting untuk didalami, lantaran sampai saat ini belum ada solusi terkait masalah sampah yang tercecer di tempat-tempat wisata Pulau Bali. Kemungkinan terbesarnya sampah tersebut berasal dari hulu (sungai), yang membawa sampah sampai ke laut.

"Sumpah yang ada di laut itu berasal dari pantai atau dari hulu sungai? Ini sedang di cari sumbernya. Karena persoalan sampah di Bali ini lebih banyak di perairan. Kita mengajak orang-orang mengurangi sampah plastik dari hulu atau sungai," tandasnya.

Dwi mengungkapkan, yang paling mengkhawatirkan dari dampak sampah plastik adalah mikroplastik yang mencemari lingkungan.

Mikroplastik adalah partikel plastik yang berukuran kecil yang bisa mencemari air dan bisa masuk ke dalam rantai makanan yang akan berdampak bagi kesehatan maupun lingkungan.

Plastik yang ada di lautan sebagian besar mengapung dan tidak tenggelam, sehingga berpotensi ditelan oleh biota laut dan tidak bisa dicerna.

Halaman
1234
Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved