Wisatawan Lirik Industri Kerajinan Patuh, Bersaing Ciptakan Motif Baru

Lombok tidak hanya dikenal dengan pantainya yang indah, tapi juga dengan produk kerajinan tangannya

Wisatawan Lirik Industri Kerajinan Patuh, Bersaing Ciptakan Motif Baru
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Sejumlah penenun saat beraktivitas di Industri Kerajinan Patuh, Desa Sukarara, Lombok Tengah, NTB, Minggu (15/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK TENGAH - Lombok tidak hanya dikenal dengan pantainya yang indah, tapi juga dengan produk kerajinan tangannya, seperti kain tenun yang memiliki beragam motif.

Kerajinan tersebut pun dari turun temurun telah melekat pada beberapa desa di Lombok seperti yang ada di Desa Sukarara, Lombok Tengah, NTB.

Industri Kerajinan Patuh bahkan berhasil membantu menghidupkan perekonomian warga.

Industri Kerajinan Patuh merupakan koperasi yang menjual kain tenunan hasil produksi warga di sekitar koperasi tersebut kepada para wisatawan.

"Jadi mereka menenun di rumahnya masing-masing. Setelah jadi, mereka bawa ke sini. Nanti hasilnya dibagikan kembali, di-sharing, dibagi rata," ucap pemandu wisata, Muhammad Sarte Ilafi, Minggu (15/7/2018).

Industri Kerajinan Patuh pun menjadi tempat wisata yang menarik dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin mengenal budaya Lombok lebih dekat.

Para wisatawan yang datang ke tempat tersebut akan melihat secara langsung aktivitas saat warga menenun kain tenun.

Saat ditanya mengenai saingan yang makin ketat, Ilafi menceritakan walaupun banyak kain tenun pabrik yang beredar di pasaran, namun ternyata hal itu tidak terlalu berdampak pada kunjungan wisatawan ke tempat Industri Kerajinan Patuh.

"Justru untuk meningkatkan lagi, kami buat motif baru lagi, biar tidak bisa ditiru. Seperti motif rangrang, itu motif terbaru. Kami juga bisa membedakan yang dari mesin dan mana yang dengan tangan. Kalau mereka bawa kain tenunan yang dari mesin/pabrik ke sini, kami bandingkan. Itu bisa membedakan," ucapnya.

Kain tenun yang dijual ialah jenis songket dan ikat.

Halaman
12
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved