Gelombang Diperkirakan Sampai 3 Meter, Penyebrangan Fastboat Lewat Padang Bai Ditunda 2 Hari

Penundaan operasional fastboat bersifat sementara pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG mengenai cuaca.

Gelombang Diperkirakan Sampai 3 Meter, Penyebrangan Fastboat Lewat Padang Bai Ditunda 2 Hari
Tribun Bali/Saiful Rohim
Dokumentasi Suasana Dermaga Rakyat Padang Bai, Kecamatan Manggis. Wisatawan mengantre di Dermaga Rakyat untuk menyebrang ke Gili Terawangan, Lombok Utara (15/3/2017) 

TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA – BMKG Wilayah III Denpasar yang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi akan terjadi di perairan Selat Lombok mencapai 3 meter.

Pihak KSOP Kelas IV Pelabuhan Padang Bai akan menunda sementara operasional penyebrangan kapal berkecapatan tinggi atau fastboat dari Padang Bai mulai hari ini hingga besok Jumat 20 Juli 2018.

“Penundaan ini untuk penyebrangan fastboat, untuk penyebrangan kapal ferry masih diperbolehkan. Kami tidak ingin mengambil resiko untuk tetap mengoperasionalkan fastboat dua hari ini. Keamanan dan keselamatan penumpang fastboat kami utamakan,"ungkap Kepala KSOP Kelas IV Pelabuhan Padang Bai, I Ketut Gede Sudarma, Kamis (19/7/2018) pagi.

Gede Sudarma menyampaikan penyebrangan kapal berkecapatan tinggi akan kembali beroperasi normal pada hari Sabtu 21 Juli 2018 nanti.

Ia menegaskan penundaan operasional fastboat bersifat sementara pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG mengenai cuaca.

Dan mengenai penundaan ini KSOP Kelas IV Pelabuhan Padang Bai telah mengeluarkan surat bernomor : HM.103/1/6/KSOP.Pbi-2018 mengenai pemberitahuan penundaan operasional fastboat selama dua ari terhitung hari ini hingga besok.

Tembusan pada surat tersebut disampaikan kepada Kepala Kantor KSOP Kelas II Benoa, Kepala Kantor UPP Pemenang, para operator kapal berkecepatan tinggi, dan Ketua AKACINDO.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved