Breaking News:

Angin Ekstrem & Tinggi Gelombang Capai 4 Meter, Penyeberangan Fastboat Sanur-Nusa Penida Lumpuh

Gelombang besar menggulung-gulung dan menghempas pecah bibir Pantai Sanur, Denpasar, Kamis (19/7).

Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah Anak Buah kapal mencoba menepikan kapal boat saat gelombang tinggi di Pantai Sanur,Denpasar,Kamis (19/7). Penyeberangan dipantai sanur menuju nusa lembongan dan nusa penida ditutup sementara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gelombang besar menggulung-gulung dan menghempas pecah bibir Pantai Sanur, Denpasar, Kamis (19/7).

Kapal-kapal boat berlabuh di tengah laut, untuk menghindari benturan ke batu karang. Sementara perahu-perahu nelayan semua dinaikkan ke pesisir pantai.

Pantai Sanur yang setiap harinya selalu ramai sebagai jalur penyeberangan, kemarin seketika tampak sepi. Tak ada aktivitas penyeberangan dari Sanur menuju sejumlah dermaga di Nusa Penida dan Lembongan maupun sebaliknya.   

Tingginya gelombang dan kecepatan angin yang ekstrem mengakibatkan penyeberangan di Pantai Sanur diputuskan ditutup sementara. Penutupan dilakukan sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Penyeberangan fastboat pun benar-benar lumpuh.

Tak hanya di Pantai Sanur, penyeberangan di sejumlah pelabuhan boat cepat lainnya di Bali juga ditutup sementara, seperti Pelabuhan Tribhuana dan Monggalan, Desa Kusamba, Klungkung.

Sejumlah Anak Buah kapal mencoba menepikan kapal boat saat gelombang tinggi di Pantai Sanur,Denpasar,Kamis (19/7). Penyeberangan dipantai sanur menuju nusa lembongan dan nusa penida ditutup sementara.
Sejumlah Anak Buah kapal mencoba menepikan kapal boat saat gelombang tinggi di Pantai Sanur,Denpasar,Kamis (19/7). Penyeberangan dipantai sanur menuju nusa lembongan dan nusa penida ditutup sementara. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Sementara di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, untuk dermaga II ditutup sementara sedang dermaga I beroperasi dengan sistem buka tutup.

Kepala Syahbandar Wilayah Kerja Sanur, Warsita, saat ditemui di Pantai Sanur, kemarin, mengatakan pihaknya tidak berani mengambil resiko dengan melihat kondisi gelombang dan cuaca angin yang ekstrem ini.

Penutupan arus penyeberangan dari Pantai Sanur ini mengacu pada imbauan dari BMKG bersama Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Syahbandar.

"Kita mengawasi keselamatan pelayaran. Kalau keselamatan terganggu kami tidak berani karena ini berkaitan dengan nyawa seseorang. Kalau sudah aman kita berani, tapi kondisinya belum aman dan membahayakan kita tidak berani. Kalau satu meter (tinggi gelombang) masih bisa, tapi kalau sudah di atas dua meter kita tidak berani," ujar Warsita.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kata dia, untuk di wilayah Pantai Sanur, Nusa Penida, Padang Bai, Gili Trawangan (Lombok) dan sekitarnya, tinggi gelombang sekitar 2-4 meter dengan kecepatan angin 2-15 knot.

Halaman
1234
Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved