Istri Hamil, Gde Wahyu Minta Keringanan Hukuman, Duo Spesialis Jambret WNA Dituntut 22 Bulan Penjara

Duo spesialis jambret Warga Negera Asing (WNA) akhirnya dituntut satu tahun dan sepuluh bulan (20 bulan) penjara

Istri Hamil, Gde Wahyu Minta Keringanan Hukuman, Duo Spesialis Jambret WNA Dituntut 22 Bulan Penjara
Tribun Bali/Putu Candra
Gde Wahyu dan Oktori usai menjalani sidang di PN Denpasar. Duo jabret spesialis WNA ini dituntut 20 bulan penjara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Duo spesialis jambret Warga Negera Asing (WNA) akhirnya dituntut satu tahun dan sepuluh bulan (22 bulan) penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (20/7/2018).

Terhadap tuntutan jaksa itu, terdakwa Gde Wahyu Arianta (20) dan Oktori Dimas Pratama (23) meminta keringanan hukuman.

Gde Wahyu meminta keringanan hukuman, karena istrinya tengah hamil.

Sedangkan Oktori menyatakan, dirinya hanya perantau dan tidak memiliki sanak keluarga di Bali.

"Saya minta keringanan hukuman Yang Mulia, karena istri saya lagi hamil," ucap Gde Wahyu pelan.

"Besok-besok jangan ulangi lagi perbuatanmu. Apalagi istri saudara sedang hamil. Ini kan merugikan," ujar Hakim Ketua Dewa Budi Watsara menasihati.

Sementara dalam surat tuntutan, Jaksa Ni Luh Ari Suparmi menyatakan, bahwa kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Sebagaimana dakwaan tunggal, terdakwa Gde Wahyu dan Oktori dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Gde Wahyu Arianta dan Oktori Dimas Pratama dengan pidana penjara masing-masing satu tahun dan sepuluh bulan (22 bulan)," tegas Jaksa Ari Suparmi.

Sebagaimana dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved