Bali Paradise
Keindahan Air Terjun Manuaba, Kesegaran di Balik Tegalan Kenderan
Belum banyak yang tahu bahwa Desa Kenderan di Kecamatan Tegalalang Gianyar memiliki air terjun
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Belum banyak yang tahu bahwa Desa Kenderan di Kecamatan Tegalalang Gianyar memiliki air terjun.
Namanya adalah Air Terjun Manuaba, disesuaikan dengan nama desa pakraman tempat air terjun ini berada.
Lokasinya tersembunyi di balik tegalan milik warga.
Menurut penuturan warga setempat, akses menuju air terjun ini baru saja dibangun.
Jalan setapak dan jembatan sudah disiapkan, meskipun masih mengandalkan bahan-bahan alam.
Papan petunjuk menuju air terjun pun telah terpasang.
Air Terjun Manuaba pun kini menunggu para penjelajah dan wisatawan untuk datang dan melihat pesonanya.
Air Terjun Manuaba sesungguhnya terdiri dari dua air terjun.
Warga setempat menamakannya Air Terjun Purusa dan Pradana.
Hanya saja, akses menuju Purusa belumlah sesiap jalan menuju Pradana.
Jika Anda datang untuk sekadar berfoto dan menikmati kesejukan, pesona Pradana pun rasanya cukup untuk mewujudkannya.
Namun, bagi mereka yang memiliki jiwa petualang yang tinggi, bolehlah untuk mencoba berjalan lebih jauh sedikit menuju Purusa.
Kali ini Tribun Bali akan lebih banyak membahas tentang Pradana.
Air terjun ini merupakan air terjun tunggal yang jatuh dari ketinggian sekitar kurang dari sepuluh meter.
Debit air yang mengucur cukup deras.
Air yang jatuh langsung mengalir melewati sungai.
Airnya terasa segar ketika menyentuh kulit, bahkan cenderung dingin.
Barangkali cuaca dingin akhir-akhir ini turut pula mempengaruhi suhu airnya.
Seorang pemilik tegalan menyapa Tribun Bali yang tengah asyik mengambil gambar.
Pemilik tegalan mengatakan, biasanya ada saja turis yang berendam di bawah air terjun.
Namun akhir-akhir ini airnya lebih dingin.
Turis pun mengurungkan niatnya untuk berendam dan hanya menikmati keindahan air terjun ini dari samping.
“Sejak akses menuju air terjun ini dibuka, banyak turis yang datang ke mari. Lebih banyak turis asing yang kebetulan menginap di sekitar daerah Ubud dan Tegalalang. Biasanya guide lokal akan menemani mereka,” ucap petani itu.
Untuk masuk ke tempat wisata ini, pihak pengelola belum menetapkan tiket masuk.
Hal ini pun tentu menjadi bonus bagi wisatawan.
“Dulu jalanan di sini masih bet (semak-semak), jadi tidak ada yang tahu kalau di sini ada air terjun. Yang tahu paling-paling pemilik lahan dekat sini. Kini sudah ada pihak yang mengelola air terjun ini menjadi potensi wisata. Maka dari itu, akses jalannya dirapikan,” tutur pria yang enggan menyebut nama itu.
Mencapai lokasi air terjun ini pun tergolong mudah.
Air terjun ini lokasinya dekat dengan Pura Griya Sakti Manuaba.
Tepat di sebelah pura, Anda akan menemukan jalan setapak yang cukup dilalui sepeda motor.
Jalan setapak itu akan membawa Anda pada kawasan persawahan.
Di bagian barat jalan akan ada papan kayu yang menunjukkan lokasi air terjun.
Dari petunjuk papan itulah, Anda harus memarkirkan motor dan berjalan kaki menuju air terjun.
Rute jalan kaki akan melewati jalan tanah.
Ketika melewati jalan ini, hendaklah memelankan langkah, sebab tanahnya termasuk licin bagi mereka yang tidak terbiasa.
Tidak sampai memakan waktu lima menit, air terjun Pradana akan terlihat.
Perjalanan mungkin terasa sangat singkat. Namun dengan keindahan yang disaksikan di ujung perjalanan, rasa-rasanya patut menjadi kenangan indah.
Mulai Populer di Medsos
Kiriman foto netizen yang sudah sempat berkunjung ke Air Terjun Manuaba pun mulai ramai di media sosial (medsos).
Penggunaan tagar #manuabawaterfall pun sudah digunakan puluhan kiriman.
Semakin banyaknya postingan mengenai Air Terjun Manuaba ini pun akan membuat keindahannya semakin dikenal.
Mahasiswa asal Bangli, Made Surya Anggara pun pernah berkunjung ke tempat wisata ini.
Ia tertarik dengan postingan seorang temannya di Instagram.
"Saya beberapa waktu lalu sempat ke sana bersama dua orang teman. Di sana kami ambil beberapa foto, soalnya air terjunnya bagus. Instagramable,” ucapnya ketika ditemui di Denpasar.
Ia pun mengaku senang bisa datang ke Air Terjun Manuaba dan ingin kembali jika ada kesempatan.
“Waktu itu kami bertiga hanya sampai Air Terjun Pradana. Kami belum sempat melihat air terjun yang kedua, yang Purusa. Lain kali, rasanya kami ingin ke sana untuk melihat keindahan air terjun itu kembali,” kata Surya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/keindahan-air-terjun-manuaba_20180720_131303.jpg)