Rumahnya Diterjang Ombak, Dadong Sendat Merayap di Kebun Kangkung untuk Selamatkan Diri

Ni Nyoman Sandat (70), warga Banjar Pesatria I meneteskan air mata saat ditemui di depan kediamannya

Rumahnya Diterjang Ombak, Dadong Sendat Merayap di Kebun Kangkung untuk Selamatkan Diri
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
I Nyoman Sandat (70), warga Banjar Pesatria I meneteskan air matanya saat ditemui di depan kediamannya di Pesisir Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Jumat (20/7/2018). Lansia tersebut bersandar di tembok rumahnya yang sangat sederhana. Ia tidak berani lagi tidur dirumahnya, karena diterjang gelombang tinggi. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Nyoman Sandat (70), warga Banjar Pesatria I meneteskan air mata saat ditemui di depan kediamannya di Pesisir Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Jumat (20/7/2018).

Lansia tersebut bersandar di tembok rumahnya yang sangat sederhana.

Ia tidak berani lagi tidur di rumahnya setelah diterjang gelombang tinggi.

"Saya sudah tiga hari tidur di rumah kerabat. Saya tidak tenang tidur di rumah, karena diterjang ombak tinggi," ungkap Nyoman Sandat dengan suara terbata-bata

Ni Nyoman Sandat tinggal bersama putrinya, Ni Dewa Putri yang mengalami keterbelakangan mental, di rumah hasil bantuan bedah rumah Pemprov Bali.

Kediamannya dibangun hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.

"Dua tahun itu, laut masih sangat jauh. Tapi sekarang bisa dekat seperti ini," ungkap Nyoman Sandat.

Gelombang tinggi sudah menerjang kediaman Ni Nyoman Sandat sejak tiga hari lalu.

Puncaknya terjadi Kamis (19/7/2018) malam.

Ombak setinggi sekitar 4 meter tiba-tiba menghantam kediamannya.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved