Sadis, Wanita Berinisial 'D' Akui Bunuh Bayi Kembarnya

Terduga pelaku pembunuhan dan pembuangan bayi kembar di Jalan Ratna Gang Werkudara, Denpasar, wanita inisial D, kondisinya sudah membaik.

Sadis, Wanita Berinisial 'D' Akui Bunuh Bayi Kembarnya
Kolase
Kedua terduga pelaku dan TKP penemuan orok kembar di Jalan Ratna Denpasar dan Hasil Autopsi Jasad Bayi Kembar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terduga pelaku pembunuhan dan pembuangan bayi kembar di Jalan Ratna Gang Werkudara, Denpasar, wanita inisial D, kondisinya sudah membaik.

Ibu dari bayi kembar ini pun sudah dapat dimintai keterangan di Mapolsek Denpasar Timur. Dan, ia mengakui telah membunuh kedua bayinya.

"Sudah pulih dan bisa berbicara. D mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap bayinya dan telah kita tetapkan sebagai tersangka," jelas Kapolsek Denpasar Timur AKP Nyoman Karang Adiputra kepada Tribun Bali, tadi malam.

Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap D, terkait bagaimana proses dan kapan persalinannya, siapa yang membunuh bayi kembar tersebut dengan cara menusuk atau semacamnya karena ditemukan luka tusuk dan sayatan serta bekas bekap.

Dugaan awal bayi tersebut dibekap terlebih dahulu hingga mati lemas lalu disayat atau bahkan ditusuk dengan keji oleh pelaku.

"Mengenai dugaan itu semua masih kita dalami dalam proses pemeriksaan terhadap pelaku D," imbuhnya.

Sementara kekasih D, VKR, dijadwalkan baru tiba di Bali, hari ini.

Tim gabungan dari Polresta Denpasar tengah menjemput VKR, yang merupakan ayah dari bayi kembar dan juga menjadi terduga pelaku.

VKR yang sebelumnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) berhasil diamankan di Desa Pacar Rabu Kabupaten Manggarai Barat kemarin berkat kerjasama lintas kepolisian.

Dilimpahkan ke Polresta

Terduga pelaku pembunuhan 2 bayi kembar berinisal D diamankan oleh polisi.
Terduga pelaku pembunuhan 2 bayi kembar berinisal D diamankan oleh polisi. (Istimewa)

Karang menyampaikan, Polsek Dentim tidak memiliki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Karena itu pihaknya akan melimpahkan kasus ini ke Polresta Denpasar.

“Namun ada beberapa dokumen yang masih perlu kita lengkapi sebelum kita limpahkan ke sana,” tandasnya.

Pelaku D dan VKR diancam dengan Pasal berlapis yakni Pasal 341, Pasal 342 dan Pasal 343 KUHP serta UU Perlindungan Anak pidana seumur hidup jika memang terbukti pembunuhan ini dilakukan secara berencana. (*)

Simak video selengkapnya di bawah ini :

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved