TunaiKita: Jumlah Pinjaman yang Dicairkan Naik 400 Persen, Begini Cara Sosialisasi Findtech di Bali

Jumlah nasabah yang memilih meminjam kembali dengan TunaiKita naik 60 persen, sementara angka kredit macet turun.

TunaiKita: Jumlah Pinjaman yang Dicairkan Naik 400 Persen, Begini Cara Sosialisasi Findtech di Bali
tribun bali/farizqi irwan
Perusahaan industri fintech papan atas TunaiKita menggelar sosialisasi di Level 21 Mall Denpasar, Bali pada Minggu (22/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perusahaan industri fintech papan atas TunaiKita menggelar sosialisasi di Level 21 Mall Denpasar, Bali pada Minggu (22/7/2018).

Event digelar untuk mengedukasi publik Bali mengenai fintech, dan tentunya lebih mengenalkan TunaiKita.

VP Corporate Affairs TunaiKita, Anggie Ariningsih mengatakan, selain talkshow ada undian GEMPITA.

"Rangkaian acara hari ini talkshow dengan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan TunaiKita. TunaiKita juga memberi presentasi mengenai produknya. Dan penarikan undian GEMPITA sudah dilakukan tadi," ujarnya.

Anggie menambahkan nama pemenang-pemenangnya akan diposting di website.

Pengalaman pinjam-meminjam dan manfaat teknologi TunaiKita diterima baik oleh konsumen di paruh pertama 2018.

Jumlah pinjaman yang dicairkan naik sekitar 400 persen. Jumlah nasabah yang memilih meminjam kembali dengan TunaiKita naik 60 persen, sementara angka kredit macet untuk bulan Juni turun 175 persen dibanding Januari.

Sementara itu, Kepala Perizinan dan Pengawasan Fintech Direktorat Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan, Alvin Taulu mengatakan, perlindungan konsumen menjadi hal penting bagi industri fintech.

“Sebab industri fintech ini memiliki banyak celah yang mengganggu keamanan dan kenyamanan nasabahnya. Untuk itu, OJK membuat pusat layanan terhadap persoalan fintech. OJK membentuk kontak pengaduan ke nomer 157 untuk melayani kepentingan konsumen,” ungkapnya.

TunaiKita adalah perusahaan fintech ke-19 untuk menyelesaikan registrasinya dengan OJK pada 26 Agustus 2017, dibawah payung hukum POJK/77 tentang lisensi pinjam-meminjam berbasis teknologi informasi.

Pihak TunaiKita berencana mengajukan surat kesiapan pelaksanaan dan aplikasi lisensi penuh pada Agustus 2018.

Dibawah POJK/77, TunaiKita wajib melaporkan akun-akun laporan keuangan dan data pinjaman ke OJK secara berkala.

PT Digital Tunai Kita atau TunaiKita, didirikan pada Januari 2017 adalah perusahaan patungan antara WeCash Southeast Asia, JAS Kapital dan Kresna Usaha Kreatif. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved