Warga Tak Boleh Lagi Tandai Antrean Pakai Tas di Gedung Sewaka Dharma Lumintang

Disdukcapil memberikan pelayanan antrean maksimal 400 nomor, dan pelayanan SIM 50 nomor.

Warga Tak Boleh Lagi Tandai Antrean Pakai Tas di Gedung Sewaka Dharma Lumintang
Tribun Bali / Hisyam Mudin
Suasana di gedung Pelayanan Publik Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Senin (23/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemkot Denpasar melarang warga yang mengantre di gedung Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar memakai antrian barang seperti dengan tas, sandal, sebagai penanda deretan antrian sebelum masuk.

Pantauan Tribun Bali, di pintu masuk MPP Sewaka Dharma pada Senin (23/7/2018) ditempel kertas isinya mengimbau agar masyatakat mengikuti ketentuan aturan yang ada.

Setidaknya terdapat lima poin, yakni pertama tidak diperkenankan memasuki gedung dan area pelayanan sebelum pintu dibuka, kedua pintu dan mesin antrean dibuka pukul 07.45 Wita dan pelayanan publik mulai pukul 08.00 Wita.

Ketiga, tidak diperkenankan menggunakan barang atau nomor antrean lain di luar yang sudah disiapkan petugas.

Hal ini seperti yang pernah terjadi sebelumnya, warga datang lebih awal dari jadwal jam buka, agar tidak rebutan saat pelayanan dibuka, warga mengantri dengan menandai urutan kedatangan mereka dengan barang yang dibawa seperti tas, jaket, sandal dan map.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Denpasar, I Made Toya mengatakan, dengan adanya antrian dan pendaftaran online ini masyarakat dapat mengakses nomor antrean melalui gawai masing-masing yang telah dilengkapi dengan sistem android.

Sehingga, antrean dengan menggunakan barang berupa map, kertas dan lain sebagainya dapat diminimalisir, sehingga suasana pelayanan menjadi lebih nyaman. 

"Dengan adanya pola antrean dan pendaftaran online masyarakat yang memiliki kesibukan juga dapat memaksimalkan waktunya, dan suasana tertib serta kenyamanan dapat terlihat di MPP Sewaka Dharma, Denpasar," katanya, Senin (23/7/2018).

Kasubag Pengumpulan Informasi dan Dokumentasi Bagian Humas Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, mengatakan selain menerapkan sistem antrian dan pendaftaran berbasis online, pendaftaran dan antrian secara manual tetap dilaksanakan.

Hanya saja, untuk waktu pengambilan nomor antrian dan pendaftaran secara manual dilaksanakan mulai pukul 07.45 wita dan pelayanan kepada masyarakat dimulai pukul 08.00 wita. 

“Langkah ini untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama dalam menerima dan melakukan pelayanan di dalam gedung Sewaka Dharma," ujar Hendar.

Penerapan sistem antrean online ini kata Hendar diperlukan sosialisasi yang maksimal sehingga informasi di masyarakat tersampaikan dengan jelas.

Dengan tidak dilakukan sosialisasi secara maksimal dikhawatirkan masyarakat kembali ke pola lama yakni antrean dengan menggunakan barang berupa map, kertas dan lain sebagainya.

Disdukcapil memberikan pelayanan antrean maksimal 400 nomor, dan pelayanan SIM 50 nomor. 

Khusus untuk antrean dan pendaftaran berbasis online pada Disdukcapil dapat di akses melaluiwebsite (K"http://akuwaras.denpasarkota.go.id/"\t"_blank"akuwaras.denpasarkota.go.id).

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved