Minta Guru Kembangkan Cara Belajar Tuntas, Mendikbud: Jangan Dicari-cari Alasan Supaya Ada PR

Mendikbud minta agar PR yang diberikan pada siswa tidak membebani siswa tersebut

sheknows.com via Tribun Sumsel
Ilustrasi mengerjakan PR 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dalam siaran persnya yang dikutip Tribun Bali dari website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, meminta agar Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan kepada siswa tidak membebani siswa tersebut.

Guru diminta mengembangkan cara belajar yang tuntas, serta memberikan PR sesuai dengan kebutuhan, dan tidak selalu dikaitkan dengan mata pelajaran.

“Jadi PR jangan selalu dikaitkan dengan mata pelajaran. Sebaiknya (materi belajar) dituntaskan di sekolah. Tapi kalau terpaksa (memberikan PR), harus diracik menunya agar sesuai dengan anak,” kata Muhadjir dalam siaran pers tersebut.

Menurutnya, fungsi PR tersebut ada tiga yaitu untuk pengayaan, penguatan, dan pengulangan.

PR tersebut dibutuhkan untuk hal-hal yang sifatnya praktis dan tidak cukup dituntaskan di sekolah.

Memang tidak akan ada kebijakan pelarangan PR, dan hal tersebut diserahkan sepenuhnya berdasarkan pertimbangan guru atau sekolah.

“Jika siswa tak perlu diberi PR, jangan dicari-cari alasan supaya ada PR. Guru harus bisa membuat caranya sendiri agar pembelajaran bisa dituntaskan di sekolah,” imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved