26 Ekor Sapi Tak Berdokumen Digagalkan di Pelabuhan Gilimanuk, Begini Kata Balai Karantina Denpasar

Namun, ada saja cara yang tidak resmi dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Menariknya, penyelundupan ini dilakukan

26 Ekor Sapi Tak Berdokumen Digagalkan di Pelabuhan Gilimanuk, Begini Kata Balai Karantina Denpasar
Tribun Bali
(Ilustarasi) Sapi Bali Jantan milik, Warga Tojan, Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kurang dari sebulan lagi, peringatan Hari Raya Idul Adha 2018 akan dirayakan umat Muslim se-Indonesia.

Seiring dengan hal itu, identiknya perayaan yang biasa disebut Idul Qurban ialah penyembelihan hewan qurban, yakni sapi dan kambing.

Namun, ada saja cara yang tidak resmi dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Menariknya, penyelundupan ini dilakukan pada sapi-sapi asli Bali yang dikirim ke Jawa.

Misalnya saja, penangkapan selundupan sapi dari Bali Ke Jawa, yang berhasil digagalkan oleh pihak Kepolisian di penyebrangan Gilimanuk-Ketapang ini.

Pengangkutan sapi tanpa dokumen ini disita oleh Polisi dan Balai Karantina Gilimanuk, karena tidak ada dokumen resmi pihak Balai Karantina.

Informasi yang dihimpun di lapangan, bahwa ada 26 ekor sapi jantan yang diangkut, menggunakan truk.

26 ekor sapi itu disita setelah diketahui tidak memiliki dokumen resmi dan pembawa sapi tidak bisa menunjukkan dokumen tersebut.

Sapi-sapi ini diduga diselundupkan untuk perayaan Idul Qurban akhir Agustus nanti.

"Keduanya ditangkap karena tidak bisa menunjukkan dokumen resmi," ucap sumber di lapangan yang enggan disebut, kepada Tribun Bali, Sabtu (28/7/2018).

Sapi-sapi itu disita, Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 01.00 Wita. Sapi itu, diangkut truk yang dikendarai oleh dua orang, yakni pengemudi berinisial GKB dan kernet sapi yakni PYW.

Mereka berdua mengangkut sapi dengan truk Nopol DR 8630 K. Keduanya ditangkap oleh petugas Ditpolairud Polda Bali.

"Keduanya kini masih dalam pemeriksaan anggota Polairud Polda Bali," ungkap sumber.

Di bagian lain, dikonfirmasi kepada Penanggung jawab Wilayah Kerja Karantina Pertanian Gilimanuk, Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Ida Bagus Eka Ludra, membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan oleh Balai Karantina Ketapang atas penyelundupan 26 ekor sapi tersebut.

Penangkapan itu dilakukan oleh Balai Karantina Ketapang Banyuwangi. Nah, 26 ekor sapi itu tidak memiliki dokumen resmi Balai Karantina Gilimanuk.

"Jadi tidak ada dokumen resmi Balai Karantina. Mereka itu modusnya sapi itu di tutupi terpal, jadi lolos dari pantauan kami," ucap Eka Ludra dikonfirmasi Tribun Bali. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved