300 Penari Rejang Nunas Taksu di Tanah Lot, Bupati Eka Wiryastuti Bakal Ajari Trik Spiritual

Sebanyak 300 perempuan dengan kebaya putih dan kamben hijau memenuhi tepi pantai Tanah Lot

300 Penari Rejang Nunas Taksu di Tanah Lot, Bupati Eka Wiryastuti Bakal Ajari Trik Spiritual
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ratusan penari inti Rejang Sandat Ratu Segara nunas pasupati di Pantai Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (27/7/2018). Ini adalah ritual pertama memohon taksu sebelum pentas bulan depan dalam Festival Tanah Lot. 

Untuk 300 penari inti berasal dari 10 kecamatan.

Mereka juga memiliki tugas untuk mengajarkan penari lainnya yang ada di setiap kecamatan.

“Hari ini acara nunas pasupati untuk 300 penari inti, mungkin tanggal 15 Agustus mendatang akan ditarikan oleh 1.800 penari. Jadi mereka dulu mendapat taksunya, baru akan mengajarkan penari lainnya di setiap kecamatan,” kata bupati yang juga sebagai perancang tari kontemporer sakral tersebut.

Kata Eka, makna dari tarian ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada ibu pertiwi.

Kemudian mengingatkan umat manusia bahwa kehidupan itu berasal dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Tarian ini merupakan bentuk rasa syukur kami, rasa terima kasih kepada alam atau sang ibu yang sudah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia. Tujuan lainnya adalah tarian sebagai bentuk komitmen kami dalam mengajegkan budaya Bali,” jelasnya.

Disebut sakral, kata dia, karena hanya akan dipentaskan pada momen tertentu sesuai dengan pawisik yang diterima.

Kemudian, pada saat menari kain tidak boleh kotor, jumlahnya kelipatan 9, 18, 27, dan seterusnya karena merupakan lambang kasih sayang.

“Dengan tarian ini semua alam mahkluk beserta seluruh isinya mudah-mudahan kasih," katanya.

Sarana Banten Khusus

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved