Gubernur Bali Terpilih, Wayan Koster Prioritaskan Bangun Art Center Baru

Gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster, akan membangun art center baru di lahan yang lebih luas

Gubernur Bali Terpilih, Wayan Koster Prioritaskan Bangun Art Center Baru
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Gubernur terpilih Wayan Koster dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengikuti pertemuan di Rumah Transisi Renon, Denpasar, Jumat (27/7/2018), untuk membahas pembangunan shortcut. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster, akan membangun art center baru di lahan yang lebih luas.

Ia akan memprioritaskan pembangunan art center begitu dilantik menjadi gubernur yang baru pada 27 September 2018.

“Ya, hal (pembangunan art center) ini merupakan prioritas, 2019 tahapannya harus sudah dimulai seperti uji kelayakan, kemudian DED perencanaan. 2020 harus sudah dibangun,” kata Koster usai rapat di Rumah Transisi, Renon, Denpasar, Jumat (27/7/2018).

Saat ini pihaknya masih melihat-lihat di mana lokasi yang paling memungkinkan dari luas lahan atau lingkungannya untuk membangun “New Art Center”.

“Kami akan meninjau lokasi dulu, bisa di Padang Galak, Kertalangu, atau di Tohpati yang merupakan lahan milik Pemprov Bali,” ujar Ketua DPD PDIP Bali ini.

Hanya saja terkait kemungkinan lokasi baru di lahan Pemprov Bali di Pantai Padanggalak, kata Koster, harus dipikirkan teknologinya supaya jangan sampai pementasan terganggu dengan suara "berisik" dari ombak laut.

Sementara Art Center Denpasar di Jalan Nusa Indah yang menjadi milik provinsi saat ini, kata Koster, sedang dipikirkan apakah tetap dikelola oleh provinsi atau akan diberikan kepada ISI Denpasar sebagai laboratorium seni budaya.

Apabila diberikan kepada ISI Denpasar, ia menegaskan hanya diberikan sebatas hak guna pakai bukan sebagai hak milik.

“Saya kira ISI mesti memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung fungsi pembelajarannya,” imbuhnya.

Mengenai nilai historis yang terkandung di Art Center yang menjadi tempat pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) dari pertama hingga ke-40 kalinya, ia mengatakan tidak ada masalah.

Yang penting, kata dia, PKB tetap berjalan dan diwadahi lebih baik sesuai kebutuhan masyarakat dan seniman Bali. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved