Warga Iba Lihat Orok Kebiruan-biruan Diletakkan di Atas Tumpukan Sampah di Jalan Akasia Denpasar

Tega sekali, sungguh tega orangtua bayi itu. Bayi diletakkan begitu saja dengan warna tubuh yang sudah biru-kebiruan.

Warga Iba Lihat Orok Kebiruan-biruan Diletakkan di Atas Tumpukan Sampah di Jalan Akasia Denpasar
Tribun Bali/Busrah Ardans
Lokasi penemuan orok, di Jalan Akasia Denpasar, sekitar pukul 10.00 Wita, Minggu (29/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tega sekali, sungguh tega orangtua bayi itu. Bayi diletakkan begitu saja dengan warna tubuh yang sudah biru-kebiruan.

Begitulah kata-kata dari seorang ibu warga setempat yang juga berjualan di ruko yang tak jauh dari lokasi penemuan.

Saat diwawancarai tribun-bali.com sore tadi, warga yang enggan disebut namanya itu mengaku juga meninjau orok sekitar pukul 10.00 Wita pagi tadi.

Baca : Putu Suastika Tewas di Tempat Usai Motornya Tabrak Rush di Jalan Teuku Umar, Begini Kata Polisi

Baca : Orok Tanpa Busana Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Akasia Denpasar, Begini Kata Polisi
 

Saat diperhatikannya kondisi Orok, dia mengatakan bayi tersebut diletakkan di tumpukan sampah, telanjang dan masih ada ari-arinya. Selain itu keseluruhan tubuhnya sudah berwarna kebiru-biruan.

"Tubuhnya sudah biru semua. Masih ada tadi ari-arinya. Tega sekali itu orangtuanya. Diletakkan di situ tanpa alas juga telanjang bulat," kata dia dengan nada iba.

Selain itu dia mengungkapkan kalau awalnya ditemukan oleh tukang sapu garasi yang sedang bersih-bersih.

Atas informasi tersebut dirinya dan suami sempat melihat secara jelas, sambil memanggil-manggil pengendara yang melintas.

"Ya, pas ditemukan itu ke sana liat. Bingung juga sambil panggil orang-orang yang lewat. Nah, saat pemilik tanah sudah datang, ditelpon BPBD untuk bawa orok itu," ungkap dia.

Dirinya kini, sambung dia merasa masih terbayangkan dengan orok yang dilihat tadi.

"Ini bakso yang tadi saya beli aja belum dimakan, masih ingat tadi sama kondisinya (orok) itu," sambungnya.

Kondisi Jalan Asakia lokasi ditemukannya orok, kata dia, sempat macet karena banyaknya warga yang melihat orok tersebut. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved