Pelaku Mengaku Beraksi di Tiga Kabupaten, Polsek Kuta Utara Ungkap Kasus Penggelapan Sepeda Motor

Unit Reskrim Polsek Kuta Utara berhasil menangkap pelaku penggelapan sepeda motor dengan modus meminjam motor dari korban

Pelaku Mengaku Beraksi di Tiga Kabupaten, Polsek Kuta Utara Ungkap Kasus Penggelapan Sepeda Motor
Istimewa

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Penggelapan sepeda motor dengan modus pura-pura panik, dan meminjam motor korban lalu dilarikan sangat meresahkan masyarakat.

Kini pelaku penggelapan sepeta motor tersebut berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Kuta Utara.

Dalam pengungkapan kasus Penggelapan Sepeda Motor, pelaku beraksi di tiga Kabupaten yaitu Wilayah Hukum Badung, Wilayah Hukum Polresta Denpasar, dan di Wilayah hukum Tabanan, Jumat (20/7/2018) lalu.

Pelaku yang bernama Putu Muliada (43) dibekuk Unit Reskrim Polsek Kuta Utara di tempat tinggalnya, kos-kosan di Jalan Raya Abianbase Kuta Utara Badung.

Pria asal Gianyar ini tak berkutik lantaran pada saat penangkapan ditemukan satu unit sepeda motor milik korbannya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, pelaku mengakui melakukan perbuatannya di Wilayah Hukum Polresta Denpasar dengan barang bukti 3 unit kendaraan bermotor, yaitu Sepeda Motor Honda scoopy warna cream dan merah DK 6228 DF di Jalan Bedahulu 17 Denpasar, pemilik atas nama Mangku Oka, dan sepeda motor vario 125 DK 6763 FAC, dengan TKP Lse lingkar IX No 4 Penamparan Denpasar pemilik atas nama I Made Darmada, dan sepeda motor Beat DK 2870 OP warna putih dengan TKP Jalan Buluh Indah 1 No 25 Denpasar pemilik Pak Haji Ropok.

Sedangkan, TKP lainnya yang diakui pelaku adalah di Wilayah Hukum Polres Tabanan, dan pelaku tidak mengingat lagi.

Di Wilayah Hukum Polres Badung, pelaku mengakui melakukan perbuatannya yaitu menggelapkan Sepeda Honda Beat warna putih DK 2944 OM, dengan pemilik I Made Sri Warjani, dimana kejadian tersebut dilaporkan oleh I Gede Yudarta ke Polsek Kuta Utara pada (11/7/2018) lalu.

Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H.W.D Nanggolan,S.I.K membenarkan penangkapan terhadap pelaku tersebut.

“Kami telah berhasil mengungkap kasus penggelapan sepeda motor yang beraksi di 3 Wilayah Hukum, modusnya dengan berpura-pura panik, kemudian pelaku meminjam sepeda motor korbannya dengan alasan membeli onderdil mobil karena mobilnya rusak, dan terakhir pelaku beralasan kepada korbanya akan menjemput anaknya dari sekolah dan sepeda motor tidak kembali, padahal korban dan pelaku tidak saling kenal,” ungkap AKP Joe, Senin (30//2018).

Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, mendekam di jeruji besi Mapolsek Kuta Utara untuk proses hukum lebih lanjut.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara IPTU Androyuan Elim S.I.K menambahkan, pelaku dijerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 Tahun Penjara.(*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved