300 Peserta Dokter dan Perawat dari 13 Negara Hadiri Critical Care and Emergency Medicine 2018

Asia Pasific Symposium On Critical Care and Emergency Medicine 2018 dengan mendatangkan dokter-dokter serta perawat

300 Peserta Dokter dan Perawat dari 13 Negara Hadiri Critical Care and Emergency Medicine 2018
Tribun Bali/Rino Gale
Suasana meeting Asia Pasific Symposium On Critical Care and Emergency Medicine 2018, serta berbagi ilmu dengan berbagai dokter maupun perawat di Hotel Kartika Plaza, Kuta, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam rangka ulang tahun yang ke-25, Asia Pasific Symposium On Critical Care and Emergency Medicine 2018 mendatangkan dokter-dokter serta perawat dengan jumlah 300 peserta dari 13 Negara di Hotel Kartika Plaza, Kuta, Jumat (3/8/2018).

Ketua Panitia, dr. Tri Wahyu Murni Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler menjelaskan, Critical Care and Emergency Medicine 2018 yakni satu pelayanan kegawatdaruratan dimana media pelayanannya tidak hanya memiliki satu disiplin ilmu saja, bisa perawat serta dokter spesialis, baik dari bagian emergency ataupun ICU.

Pembahasan ini mencakup pasien-pasien kritis, sejak pra rumah sakit sampai rumah sakit bagian emergency maupun ICU.

"Itulah lingkup dari pada ilmunya. Dokternya sendiri bermacam-macam yakni dokter umum, berbagai dokter spesialis, dokter penyakit dalam, dokter bedah, dan perawat," jelasnya.

Inilah kegiatan yang dilakukan setiap tahun pada bulan Agustus.

Kenapa di bulan Agustus, karena di Eropa setiap orang sudah mengenal kegiatan critical emergency pada bulan Maret.

Sehingga Asia Pasific diadakan tiap tahun di Bali setiap bulan Agustus.

"Jadi orang semua sudah tahu, kalau setiap bulan Agustus berangkat ke Bali untuk acara ini," ujarnya.

Untuk partisipannya ada dari India, Qatar, dan Jepang.

Sekitar 13 negara yang sudah terdaftar, dengan 300 peserta serta 40 lebih speaker asing dan 20 speaker Indonesia.

Menariknya, partisipan dari berbagai negara, datang dengan biaya transport sendiri.

"Kami hanya dukung akomodasi saja, dan mereka berkomitmen untuk datang setiap tahunnya. Mereka berkomitmen untuk bantu Indonesia dengan membagi ilmu. Ini awal modal kita untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia," ujar Wahyu.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved