Pelaksanaan Haji 2018, Lion Air Melayani Penerbangan dari 25 Embarkasi Negara Asia hingga Afrika

Selama pelaksanaan Haji tahun 2018 Lion Air melayani penerbangan 25 embarkasi dari negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika

Pelaksanaan Haji 2018, Lion Air Melayani Penerbangan dari 25 Embarkasi Negara Asia hingga Afrika
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pesawat Lion Air saat hendak take off dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM – Maskapai Lion Air sudah mulai menjalankan layanan angkutan haji 2018 yang dioperasikan melalui kerjasama charter oleh salah satu perusahaan internasional.

Selama pelaksanaan Haji tahun 2018 Lion Air melayani penerbangan 25 embarkasi dari negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika.

“Lion Air mengucapkan terima kasih atas koordinasi dan kerjasama yang baik dengan mitra terkait, regulator, pengelola bandar udara, jasa ground handling, dan berbagai pihak dalam membantu proses pelaksanaan penerbangan haji. Sinergitas ini diharapkan memberikan nilai lebih kepada jemaah haji dalam mempermudah akses menuju kota tujuan,” tutur Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Jumat (3/8/2018).

Danang Mandala menambahkan, selama angkutan haji tersebut, Lion Air mengoperasikan tiga Airbus A330-300 (440 kursi), dua Boeing 737-900ER (215 kursi), dan tiga Boeing 737 MAX 8 (180 kursi).

Rata-rata pesawat tersebut berusia muda yang diproduksi pada 2015 - 2017.

Seluruh pesawat telah menjalani perawatan intensif, dalam kondisi terbaik, dan laik terbang.

Operasional ini didukung sumber daya manusia, terdiri 80 pilot, 200 awak kabin, 40 teknisi, serta 20 petugas layanan darat (ground staff).

Lion Air menggunakan basis (home base) di Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh (RUH), dan Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah (MED).

Pelaksanaan penerbangan haji tahun ini, Lion Air melayani untuk kota asal pemberangkatan (emberkasi) dari beberapa negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika, dengan kota tujuan penurunan (debarkasi) Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh (RUH), Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah (MED); serta Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (JED).

Semua berjalan baik dalam kondisi yang normal dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Dalam kaitan perjalanan udara sesuai aspek keselamatan, Lion Air telah mengimbau kepada seluruh jemaah, antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, serta tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat.

Selain itu, barang elektronika harus dilepas dari baterainya, serta pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) sesuai kriteria, dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin, dan tidak diperbolehkan untuk digunakan selama penerbangan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved