WN Asing Pelaku Skimming ATM Gunakan 96 Kartu untuk Kuras Uang Korbannya

Konferensi pers mengenai pengungkapan kasus kejahatan jalanan oleh Dit Reskrimum Polda Bali

WN Asing Pelaku Skimming ATM Gunakan 96 Kartu untuk Kuras Uang Korbannya
Tribun Bali/Busrah Ardans
WNA yang diamankan polisi terlihat menunduk saat konferensi pers pengungkapan kasus Polda Bali, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Konferensi pers mengenai pengungkapan kasus kejahatan jalanan oleh Dit Reskrimum Polda Bali, Jumat (3/8/2018), juga memaparkan kejahatan skimming.

Pelaku bernama Stevan Ivanov Klenosky itu beraksi dengan menguras isi ATM dari bank-bank asing yang ada di Bali.

Dit Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan menganggap serius kasus ini karena menonjol dan berhasil melakukan ilegal akses ke sistem keamanan bank.

"Kenapa saya anggap menonjol karena pelakunya ialah warga negara asing. Yang mereka lakukan adalah ilegal akses dalam bentuk skimming yang diamankan di Denpasar. Kami mendapat laporan dari bank asing yang menyampaikan bahwa terjadi penarikan yang tidak wajar di beberapa ATM yang ada. Berbekal informasi itu kami menindaklanjuti dan memeriksa saksi-saksi yang ada," jelas dia.

Pihak bank melihat ketidakwajaran dalam penarikan biaya.

Akhirnya seorang pelaku skimming asal Bulgaria dengan nama Stevan Ivanov Klenosky berhasil diamankan.

"Keidakwajaran itu karena pelaku menggunakan kartu yang tidak seperti kartu biasa. Ini jumlah 96 kartu lengkap dengan data dan nomor pin di bagian belakangnya. Kartu inilah yang digunakan untuk menguras isi ATM korbannya. Yang ditarik ialah bank-bank asing dengan target mereka yang datang berlibur di Bali misalkan," ujarnya.

Hasil interogasi dijelaskan, dia disuruh Mr. X untuk menggunakan kartu tersebut dan kini kami sedang lakukan pengejaran.

"Tersangka dijerat dengan UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Diancam dengan pasal 46 ayat 3 pidana paling lama 8 tahun penjara dan denda Rp 800 Juta," jelasnya.

Kini barang bukti sudah disita polisi termasuk uang puluhan juta rupiah. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved